BANDUNG-–Dazky Muhammad, Naufal Muhammad, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelauatan dan Ahlam Naufal, mahasiswa Jurusan Kimia, Fakultas mipa Universitas Padjadjaran patut dijadikan inspirasi kaum muda.
Ketiganya sejak masih muda menemukan jiwa entrepreneur yang punya potensi berkembang pesat. Mereka menjalankan usaha rintisan burger kekinian yang bermerk dagang Burgerchil.
Naufal dan Dzaky lebih dahulu membuka Burgerchill yaitu sejak pertengahan 2020 saat pandemi Covid-19 sudah melanda Indonesia. Mereka berdua berjualan burger dari rumah dengan sistem pre-order. Konsumennya adalah teman satu sekolah atau kawan di kampus.
Uang hasil penjualan kemudian ditabung oleh kedua saudara kembar itu. Setelah terkumpul, keduanya membeli alat-alat usaha seperti kompor hingga kulkas. Keinginan membuka usaha terdorong oleh semangat agar dapat independent secara finansial untuk membiaya kuliah dengan uang pribadi.
Saat itu mereka baru menjadi mahasiswa di jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad. Namun perjalanan awal usaha mereka tidak terlalu mulus. Burgerchill terhantam pandemi.
Namun keduanya berjalan terus. Bahkan melibatkan Ahlam, rekan mereka yang sama-sama bekerja menjadi penyiar di Radio Ardan FM. Burgerchill mulai menjajal media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk memperluas pasar.
Video mereka viral, di TikTok menyedot 6 juta penonton dengan pengikut mencapai 100 ribu. Hal itu menarik minat beberapa kampus untuk menjadikan pengusaha-pengusaha muda ini menjadi pembicara dalam seminar. Tak terkecuali almamater tercinta mereka, Unpad.
Menurut Naufal, Burgerchill, berarti burger kecil untuk santai. Rasanya juga berbeda. “Orang jual spicy, cheese, ada rasa manis. Paling mahalRp15 ribu, pemesanan per hari tertinggi sampai 100 lebih, terendah relatif sekitar Rp10 ribu,” ujar Naufal kepada Peluang melalui Whatsapp, Senin (13/12/21).
Inovasi mereka dalam mengembangkan Burgerchill sebagai UMKM yang sedang tumbuh bisa dibilang cukup menyita perhatian. Selain keunikan produk yang berbeda dengan kompetitor. Naufal menyampaikna, burgerhil melakukan inovasi burger sehat dan ramah lingkungan.
Gerai Burgerchill terletak di Jalan Bengawan, Bandung hingga cukup jauh dari kampus mereka di kawasan Jatinangor. Ketiganya berharap ke depan bisa berekspansi ke dekat alamamter mereka.
Untuk itu, kata Naufal lagi, mereka harus pandai membagi waktu denganskala prioritas. Kalau ada UAS, UTS, tugas banyak, mereka mengerjakan produksi di rumah.
“Kalau tidak ada kita ke outlet. Saat ini dari 12 karyawan yan jaga outlet 4 orang, yang full time belum kuliah, kalau yang kuliah part time kuliahnya kosong, mereka yang jaga,”imbuh Naufal.
Jerih payah ketiga mahasiswa itu mendapatkan apresiasi dairpihak lain. Bank Rakyat Indonesia memberikan mereka beasiswa melalui program BRI Peduli-Creation Scholarshiip. Mereka didorong untuk mengembangkan usaha rintisan tersebut.
“Ke depannya mereka berencana melakukan kolaborasi sama berbagai UMKM yang ada di Bandung. Ekspansi ke berbagai wilayah tetapi awalnya masih di Bandung dulu,” tutupnya (Irvan).





