
PeluangNews, Jakarta-Langkah para nelayan yang datang dengan semangat dan harapan baru mewarnai pelaksanaan program Bantuan Alat Tangkap Nelayan dan Edukasi yang diinisiasi Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat pesisir.
Program ini menjadi wujud dukungan nyata PHE OSES dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas nelayan di Kelurahan Pulau Kelapa.
Sebanyak sembilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan menerima bantuan paket alat tangkap berupa pancing dan benang jaring yang diharapkan dapat menunjang aktivitas melaut secara lebih optimal, efisien, dan berkelanjutan.
Bantuan diserahkan langsung kepada masing-masing kelompok untuk mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha nelayan.
Tidak hanya menyerahkan bantuan fisik, PHE OSES juga menekankan penguatan kapasitas melalui sesi edukasi kelembagaan yang disampaikan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP). Dalam sesi tersebut, para nelayan dibekali pengetahuan terkait tertib administrasi kelompok, mulai dari pencatatan keanggotaan, pengelolaan aset dan bantuan, hingga tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Penguatan administrasi dan kelembagaan dinilai menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan KUB nelayan. Dengan pengelolaan kelompok yang baik, nelayan diharapkan mampu menjaga kepercayaan antaranggota, memperkuat keberlanjutan usaha, serta membuka peluang akses program dan dukungan lanjutan dari berbagai pihak.
Ketua KUB Rakit Tiang, Jaenudin, mengungkapkan rasa syukurnya atas manfaat yang diperoleh dari program tersebut. Ia menilai bantuan yang diberikan tidak hanya berdampak pada aktivitas melaut, tetapi juga pada pengelolaan kelompok.
“Terima kasih PHE OSES untuk bantuan alat tangkap ini. Selain alat, kami juga mendapat pengetahuan tentang pengelolaan kelompok. Semoga kami semakin produktif dan tangkapan kami juga semakin banyak,” ujarnya.
Apresiasi turut disampaikan Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian, Nurliaty.
Menurutnya, kombinasi bantuan alat dan edukasi menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan nelayan.
“Bantuan alat tangkap yang dibarengi dengan edukasi pengelolaan kelompok dapat secara umum meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kelurahan Pulau Kelapa,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Pulau Kelapa, Sabeni, berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan secara konsisten oleh para nelayan. Ia menilai, pemanfaatan ilmu yang tepat akan memperkuat kelembagaan nelayan di wilayah tersebut.
“Semoga bantuan ini berkah dan bermanfaat, serta ilmu yang dibagikan bisa memperkuat kelompok nelayan di Pulau Kelapa,” ungkapnya.
Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Indra Darmawan, menegaskan bahwa pendekatan yang menggabungkan bantuan alat tangkap dan peningkatan kapasitas merupakan strategi jangka panjang perusahaan.
Menurutnya, nelayan membutuhkan lebih dari sekadar alat kerja.
“Kami percaya nelayan tidak hanya membutuhkan alat, tetapi juga penguatan pengetahuan dan kelembagaan. Melalui edukasi ini, kami ingin nelayan memiliki fondasi organisasi yang kuat agar lebih mandiri, produktif, dan optimistis menatap masa depan, sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan pelestarian ekosistem laut,” ujarnya.
Program bantuan alat tangkap dan edukasi ini sejalan dengan komitmen PHE OSES dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sekaligus keberlanjutan sumber daya laut.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, nelayan Pulau Kelapa diharapkan semakin adaptif menghadapi perubahan musim, kuat secara kelembagaan, dan mandiri secara ekonomi.








