Pendirian Kantor Cabang Jatibarang Indramayu mendapatkan respons positif dari Pemda dan masyarakat setempat yang disertai harapan agar Kopsyah BMI dapat membantu permodalan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.
Penetrasi pasar Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) di pantura Jawa Barat semakin kuat setelah membuka Kantor Cabang Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Sebelumnya, koperasi besar dengan segudang prestasi ini telah mendirikan cabang di Karawang, Subang, dan Cirebon.
Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara, Direktur Utama Kopsyah BMI sekaligus Presiden Direktur Koperasi BMI Group mengungkapkan perluasan jaringan kantor cabang merupakan upaya untuk pemerataan ekonomi dan memberikan solusi atas problematika masyarakat.
“Pendirian kantor cabang Jatibarang merupakan upaya untuk memberdayakan potensi anggota dan masyarakat setempat yang akan dilaksanakan sesuai dengan Model BMI Syariah,” ungkap Kambara.
Dikutip dari situs Pemkab Indramayu memiliki potensi dan peluang investasi yang menjanjikan di antaranya di bidang perkebunan, pariwisata, pertanian dan industri. Kehadiran Kopsyah BMI di daerah yang terkenal dengan “Kota Mangga” itu diyakini akan mengakselerasi pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sesuai dengan prosedur standar (SOP) di Kopsyah BMI, sebelum operasional kantor cabang di suatu daerah terlebih dahulu dilakukan Pertemuan Umum (PU) sebagai ajang sosialisasi yang melibatkan unsur Pemda dan masyarakat setempat. Pelaksanaannya digelar di Aula Kantor Desa Jatibarang, Kecamatan Jatibarang, 23 Agustus 2022.
Dari Kopsyah BMI yang hadir dalam acara PU tersebut yaitu Machdiar, anggota pengawas operasional, Sondari, Koordinator SPI Muhammad Kurtubi, Manajer Area 14 dan Manajer Cabang Jatibarang, Achmad Saroji. Sementara dari unsur Pemda setempat hadir Jahirin, Kadis Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Indramayu, dan Agus Darmawan, Kuwu Desa Jatibarang.
Machdiar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kopsyah BMI selalu melaksanakan PU sebelum operasional di satu wilayah. “Sejak 2003, setiap akan membuka layanan kita laksanakan sosialisasi melalui PU ini. Kita berikan informasi apa dan bagaimana sepek terjang Kopsyah BMI agar calon anggota dapat berkoperasi yang benar,” ucapnya.
Pada kesempatan sama, Jahirin menjelaskan bahwa Dinas Koperasi harus ikut memberikan pengawasan dan pembinaan pada koperasi yang beraktivitas di Kabupaten Indramayu. Ia menegaskan bahwa koperasi harus sehat baik permodalan dan tata kelolanya. “Kopsyah BMI ini koperasi yang sehat semuanya baik finansial maupun manajemennya,” ujarnya.
Agus Darmawan dalam sambutannya menyampaikan kehadiran Kopsyah BMI diharapkan bisa membantu UMKM di Desa Jatibarang. “Hadirnya Kopsyah BMI yang berprinsip syariah ini mudah-mudahan bisa membantu masyarakat lepas dari rentenir dan membantu permodalan UMKM di sini” ujarnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya Kuwu yang humoris ini bertanya kepada hadirin, apakah Kopsyah BMI diterima di Jatibarang. “Bapak Ibu, ini Kopsyah BMI diterima gak ini di Desa Jatibarang?” Hadirin serempak menjawab, “Diterima”.
Berkaca dari kiprah Kopsyah BMI selama ini harapan tersebut realistis. Di banyak tempat, koperasi yang dipimpin oleh Kambara ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi, menjalankan program sosial dan pemberdayaan sekaligus meningkatkan spiritualitas anggota dan masyarakat. (Kur).








