
PeluangNews, Jakarta – Hari Raya Idulfitri 1417 Hijriah atau Lebaran 2026 tinggal beberapa hari lagi. Saat ini masyarakat yang tengah mudik Lebaran sudah sangat banyak.
Terminal Kampung Rambatan dan Terminal Jatijajar, Depok, ramai dengan pemudik tujuan Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Menurut Raymond, petugas dari PO Budiman, jumlah penumpang pemudik sudah alami peningkatan signifikan.
“Penumpang yang berangkat alami peningkatan. Kami berangkatkan pemudik hampir setiap jam penumpang khususnya untuk tujuan Jawa Barat seperti Pangandaran, dan ke Cirebon,” katanya kepada PeluangNews, Minggu (15/3/2026).
Dia memperkirakan bahwa puncak arus mudik Lebaran terjadi 17 Maret 2026. Perkiraan ini senada dengan Satlantas Polresta Cirebon.
Berbagai rekayasa lalu lintas disiapkan guna mengurai kepadatan, termasuk potensi penerapan sistem satu arah di Tol Cipali.
Satlantas Polresta Cirebon memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Selasa, 17 Maret mendatang.
Kepadatan lalu lintas diproyeksikan melanda ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang melintasi wilayah Cirebon, Jawa Barat. Peningkatan volume kendaraan menjadi indikator awal pergerakan pemudik menuju Jawa Tengah.
Kasatlantas Polresta Cirebon Kota AKP Yudha Satyo Rahardjo menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas disiapkan untuk menghadapi lonjakan kendaraan.
Sistem satu arah atau one way berpotensi diterapkan jika volume kendaraan mencapai 8.000 unit per jam. Kebijakan ini merupakan kewenangan penuh dari Korlantas Mabes Polri.
Prediksi puncak arus mudik Lebaran ini didasarkan pada pantauan dan analisis data lalu lintas terkini. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol dan instansi terkait. Langkah antisipasi ini diharapkan dapat memastikan kelancaran perjalanan pemudik menuju kampung halaman.
Penerapan sistem satu arah akan menjadi opsi utama apabila terjadi kepadatan ekstrem di Tol Cipali. Kebijakan ini akan diimplementasikan jika volume kendaraan yang melintas mencapai ambang batas sekitar 8.000 unit per jam. Keputusan pemberlakuan one way berada di tangan Korlantas Mabes Polri.
AKP Yudha Satyo Rahardjo menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengurai penumpukan kendaraan. Koordinasi intensif dilakukan antara kepolisian, Direktorat Lalu Lintas, hingga satuan wilayah.
Hal ini penting untuk memastikan setiap kebijakan dapat berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik.
Dampak dari penerapan one way di tol akan terasa pada jalur arteri di wilayah Cirebon. Kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta akan dialihkan keluar melalui gerbang tol terdekat.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan di jalur arteri, terutama di ruas Weru hingga Susukan yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu.
Guna mencegah penumpukan kendaraan di jalur arteri, Polresta Cirebon telah melakukan penutupan sejumlah titik putar balik atau u-turn.
Penutupan ini telah dimulai sejak Jumat (13/3) hingga Sabtu (14/3) di berbagai lokasi strategis. Kurang lebih ada sekitar 40 titik u-turn yang ditutup untuk memperlancar arus kendaraan.
Penutupan u-turn ini merupakan langkah proaktif untuk menjaga kelancaran lalu lintas di jalur arteri. Petugas juga menyiapkan skema pengalihan kendaraan menuju gerbang tol terdekat. Tujuannya adalah agar distribusi arus lalu lintas dapat lebih merata dan tidak terpusat di satu titik.
Disebutkan pula, kendaraan tidak akan diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Ciperna. Keputusan ini diambil karena Gerbang Tol Ciperna berpotensi menimbulkan kepadatan signifikan di kawasan sekitarnya.
Sebagai alternatif, kendaraan akan diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Palimanan atau Gerbang Tol Plumbon, yang dinilai lebih mampu menampung volume kendaraan.
Astra Tol Cipali melaporkan adanya peningkatan arus kendaraan di ruas tol pada Minggu siang (15/3).
Sustainability Management & Corporate Communications Department Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menyampaikan data terkini. Peningkatan ini menjadi sinyal awal dimulainya pergerakan mudik Lebaran.
Tercatat sejak pukul 00.00 hingga 12.00 WIB pada Minggu, sekitar 31 ribu kendaraan melintas dari Cikopo menuju Cirebon. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 14,4% dibandingkan periode yang sama sehari sebelumnya. Data ini mengindikasikan bahwa pergerakan mudik sudah mulai terasa di jalur tol.
Sementara itu, pada arah sebaliknya, sekitar 10 ribu kendaraan tercatat melintas dari Cikopo menuju Jakarta.
Secara keseluruhan, volume lalu lintas di ruas Tol Cipali saat ini meningkat sekitar 7,4%. Peningkatan ini dibandingkan dengan waktu yang sama pada hari sebelumnya, menegaskan tren kenaikan arus mudik Lebaran. []








