hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Seberapa Bersahabatnyakah Uang “Sahabat” Itu?

“Tidak terlampau ramah,” apabila Anda bertanya kepada Nency dan Bill Tyler. Pada tahun 1917 keluarga Tyler menandatangani sebuah waralaba untuk membuka sebuah toko penjualan vidiotape dan persewaan di wilayah pinggiran Philadelphia. Si pemberi lisensi itu bersedia untuk memberi dana $25.000, tetapi keluarga Tyler membutuhkan $15.000 untuk melengkapi paket pendanaan itu. “Kami dapat dengan mudah menggadaikan ulang rumah kami untuk mendapatkannya,” kata Bill Tyler. “Namun, seorang tetangga setuju untuk menanam $15.000 dengan pemilikan patungan sebesar 50%.

Melihat hal itu sebagai pilihan yang lebih hebat daripada berutang, kami mengambilnya. Sebab, hal itu mirip dengan meminjam uang dari kaum Filistin. Tiga tahun kemudian, kami meluaskan usaha menjadi empat buah toko yang mempunyai laba kotor hampir $2 juta, dan kami harus membayar $200.000 untuk membeli kembali saham rekan kami itu. Tindakan menerima rekan itu merupakan sebuah keputusan yang bodoh manakala kami dapat mencapai tujuan kami dengan membayar bunga beberapa ribu dolar.”

Manakala Anda berbicara mengenai perhitungan ekonomi yang salah, keluarga Tyler tidaklah sendirian. Salah satu sahabat karib saya menyampaikan kisah yang lebih mengerikan mengenai bagaimana ia mengambil rekanan 30% untuk memulai sebuah majalah piranti lunak komputer. Yang ditanam rekan itu hanyalah $30.000 dan sekarang sahamnya bernilai lebih dari $300.000.

“Bagian tololnya adalah bahwa saya bahkan tidak membutuhkan $30.000 tadi untuk memulainya,” begitu pengakuan teman saya. “Saya mempunyai uang saya sendiri cukup banyak di dalam perusahaan itu untuk dapat secara efektif menerbitkan majalah tadi, dan pembayaran-pembayaran uang muka langganan senantiasa memberi saya arus uang tunai yang gemuk untuk tumbuh.”

Mencari beberapa dolar dana rekanan senantiasa menggoda manakala Anda mulai tanpa mempertanyakan berapa nantinya yang harus dibayar. Berpikirlah masak-masak. Apabila Anda menginginkan seorang rekan demi uangnya saja, artinya Anda ingin bergerak perlahan-lahan. Apabila Anda dapat menghimpun sebagian besar modal awal tanpa seorang rekan, maka mengemislah atau meminjamlah sisanya entah dari mana sedapat Anda, atau kurangilah biaya-biayanya untuk menyesuaikannya dengan uang yang Anda miliki. Barangkali Anda mulai dengan jumlah yang kurang, tetapi semuanya itu milik Anda. Masihkah Anda membutuhkan seorang rekan?

Adalah kenyataan yang menarik dalam kehidupan bahwa uang bukanlah motivator di balik kebanyakan rekanan usaha kecil. Orang bergabung bersama-sama, karena yakin dua kepala lebih baik daripada satu kepala. Terkadang mereka benar dan terkadang mereka keliru. Hal itu senantiasa bergantung kepada kepala-kepala yang terlibat.

Marilah kita memandang sisi pahitnya terlebih dahulu. Sekali Anda mengajak seorang rekan memasuki perusahaan Anda, Anda tidak lagi bekerja bagi diri Anda sendiri. Tiba-tiba Anda harus bertanggung jawab kepada rekan-rekan Anda juga. Mereka dapat mempengaruhi atau bahkan mengendalikan setiap keputusan yang ingin Anda buat. Katakanlah selamat tinggal pada keadaan membujang.

Bagi orang-orang tertentu ini sulit diterima. Banyak pengusaha yang tidak mau kompromi menyambut baik satu atau dua orang rekanan pasif dan uang mereka untuk menemukan bahwa rekanan-rekanan pasif itu tidak begitu pasif. Keluarga Tyler yang terkenal karena vidiotape itu pun mengetahui pelajaran pahit ini. Itulah sebabnya mengapa pada akhirnya mereka membeli saham rekanan itu kembali.●

 

Arnold S. Goldstein, penulis buku Modal Dengkul

Apabila Anda dapat menghimpun sebagian besar modal awal tanpa seorang rekan, maka mengemislah atau meminjamlah sisanya entah dari mana sedapat Anda, atau kurangilah biaya-biayanya untuk menyesuaikannya dengan uang yang Anda miliki.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate