hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Sebab Harga Minyak Dunia Makin Merosot.

Harga minyak mentah dunia terus melemah dipicu kenaikan kasus Covid-19 yang semakin memburuk di China. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran turunnya permintaan minyak mentah dari negara itu.

“Harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Juni 2022 turun 1,76 persen menjadi level 100,97 dollar AS per barrel, tetapi harga minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak Mei 2022 turun 1,83 persen ke level 96,46 dollar AS per barrel.” Mengutip Bloomberg Senin (11/4/2022)

Pasar minyak berfluktuasi tajam lebih dari dua minggu Kedua patokan harga minyak mentah dunia tersebut pernah mencapai level tertinggi sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Hal lain juga disebabkan karena Penyebaran Covid-19 terus meningkat di China, sehingga pihak otoritas negara tersebut melakukan lockdown di sejumlah kota, termasuk Shanghai.

Peningkatan kasus di Shanghai mencapai 26.000 kasus setiap minggu, membuat belum adanya kejelasan kapan pembatasan akan dicabut.

Shanghai merupakan kota pusat bisnis dengan sekitar 26 juta penduduk dan menyumbang sekitar 4 persen dari konsumsi minyak China. Adapun China merupakan negara importir minyak mentah terbesar di dunia.

Kepala analis komoditas ING Groep NV Warren Patterson mengatakan pasar minyak umumnya menjadi fluktuatif jika produsen besar seperti China menghadapi kendala pasokan disebabkan meningkatnya kasus covid 19.

“Sepertinya tidak ada akhir yang terlihat untuk penguncian saat ini, dan jelas semakin lama ini berlangsung, semakin memukul permintaan minyak (dari China),” Ucap Warren Patterson, Senin (11/4/2022)

Pasar minyak mentah dunia mengalami volatilitas selama berminggu-minggu. Harga sempat melambung setelah invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina pada Februari lalu, membuat kekhawatiran akan pasokan minyak dunia yang semakin mengetat.

Sejumlah sanksi yang diberikan negara-negara Barat terhadap Rusia pun telah membuat perdagangan minyak negara yang dipimpin Vladimir Putin itu terganggu.

Rusia merupakan pengekspor minyak mentah terbesar ke-2 di dunia dengan kontribusi 7 persen dari total minyak global. Sanksi energi menggangu perdagangan minyak Rusia sekitar 4-5 juta barrel per hari di pasar global.

Selanjutnya rencana negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) yang akan melepaskan minyak dari cadangan strategis, membuat harga komoditas ini kian tergerus.

Negara-negara anggota IEA akan melepaskan 120 juta barrel minyak dari cadangan strategis, termasuk 60 juta barrel dari Amerika Serikat. Komitmen AS itu merupakan bagian dari rencana untuk melepaskan satu juta barel per hari selama 6 bulan ke depan dengan total kasar 180 juta barel.

Jika ini terlaksana, maka kedua kalinya IEA melepas cadangan di tahun ini, sekaligus secara efektif meningkatkan pasokan di seluruh dunia sekitar 2 juta barel per hari setidaknya selama dua bulan ke depan.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate