hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Sarwo Edi Ditunjuk Jadi Anggota Pengawas Syariah Koperasi Syariah BMI Group

Sarwo Edi Ditunjuk Jadi Anggota Pengawas Syariah Koperasi Syariah BMI Group
Sarwo Edi diambil sumpah sebagai anggota pengawas syariah Koperasi Syariah BMI Group, Selasa (27/1)/dok. peluangnews-humas

Editor Indonesia, Tangerang – Penunjukan Sarwo Edi sebagai Anggota Pengawas Syariah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI) Group menjadi salah satu momen mengejutkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 22 Januari 2026 di Aston Cimone Hotel & Convention Center, Tangerang.

Sarwo Edi dilantik sebagai Anggota Pengawas Syariah di bawah kepemimpinan Dr. Hendri Tanjung selaku Ketua Pengawas Syariah, menggantikan Ustadz Muhammad Gunawan Yasni yang mendapat amanah baru di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengomentari penunjukan tersebut, Edi mengaku tidak pernah membayangkan akan mengemban amanah strategis itu.

“Terus terang saya kaget, benar-benar tidak menyangka. Tidak ada kepikiran ke arah sana sama sekali. Terima kasih atas kepercayaan anggota, pengurus, dan pengawas, khususnya Bapak Kamaruddin Batubara yang telah menyetujui saya dilantik sebagai Anggota Pengawas Syariah,” ujarnya.

Meski datang secara tiba-tiba, Edi memandang kepercayaan tersebut sebagai amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menilai Koperasi Syariah BMI saat ini telah berada pada posisi yang sangat baik dan bahkan telah diakui sebagai role model koperasi syariah di tingkat nasional.

“BMI sudah menjadi rujukan. Bahkan Pak Menteri dan Kementerian Koperasi pernah menyampaikan, ketika membuat program magang koperasi syariah, banyak koperasi dari berbagai daerah dibawa belajar ke BMI. Ini menunjukkan BMI sudah diakui dan terbukti sebagai role model koperasi syariah di Indonesia,” ungkapnya.

Namun demikian, menurut Edi, pencapaian tersebut harus diiringi dengan upaya terus-menerus untuk memantaskan diri. Ia menekankan bahwa kesyariahan tidak boleh berhenti pada aspek akad semata, melainkan harus tercermin dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari seluruh elemen koperasi.

“Kesyariahan itu bukan hanya soal akad. Tapi bagaimana pengurus, pengawas, pengelola, hingga anggota, menjalankan nilai-nilai syariah dalam kehidupan sehari-hari—dalam usaha, ibadah, kepedulian sosial, dan keimanannya,” jelasnya.

Edi menambahkan, penguatan literasi dan edukasi syariah menjadi pekerjaan rumah penting bagi koperasi. Pemahaman anggota terhadap akad yang dijalankan harus sejalan dengan prinsip kesyariahan lembaga.

“Jangan sampai BMI sudah menjalankan akad syariah dengan benar, tetapi anggotanya belum paham dan masih menyamakan kita dengan lembaga ribawi. Ini harus diluruskan melalui pendidikan dan literasi yang lebih mendalam,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya pembangunan spiritual anggota. Edi mengingatkan hasil kajian mahasiswa IPB University sebelumnya yang menunjukkan masih adanya anggota dengan tingkat spiritualitas yang rendah, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif ke depan.

“Harapannya, kesyariahan itu hidup. Tidak hanya di akad, tapi juga di keseharian. Kalau lembaganya benar, karyawannya benar, dan anggotanya juga menjalankan dengan benar, maka ketemu plus dengan plus. Insya Allah koperasinya maju dan anggotanya sejahtera,” ujarnya optimistis.

Sarwo Edi bukan sosok baru di lingkungan Koperasi Syariah BMI. Ia bergabung sejak akhir 2018 sebagai Tim ZISWAF dan telah menjangkau sekitar 85 persen wilayah pelayanan Koperasi Syariah BMI di berbagai daerah.

Lahir di Jepara, 19 Mei 1990, Edi menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jepara sebelum melanjutkan studi di Pondok Pesantren Darussalam Gontor. Ia meraih gelar sarjana dari Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor—kini Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor—dan menyelesaikan pendidikan magister Ekonomi Syariah di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.

Pada jenjang magister, Edi mendalami berbagai disiplin ekonomi dan keuangan syariah, mulai dari dasar-dasar ekonomi Islam, tafsir dan hadis maudhu’i ekonomi syariah, etika bisnis Islam, fiqh muamalah, keuangan publik, fiqh zakat, hingga manajemen akuntansi dan keuangan zakat.

Dengan latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman panjang di bidang zakat, infak, sedekah, dan wakaf, pelantikan Sarwo Edi sebagai Anggota Pengawas Syariah diharapkan semakin memperkuat komitmen BMI dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai syariah secara menyeluruh—baik dalam sistem, akad, maupun praktik kehidupan sehari-hari.

“Insya Allah, ketika kesyariahan dijalankan secara utuh oleh lembaga dan anggotanya, BMI tidak hanya tumbuh besar secara kelembagaan, tetapi juga membawa keberkahan,” pungkasnya. (Aji)

Baca Juga: UMKM Masuk Jaringan Ritel, Kementerian UMKM Ungkap Peluang Transaksi Rp5,65 Triliun per Tahun

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate