hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Sampurasun, Salam Cinta dari Ainiy Shaesarita untuk Bandung

BANDUNG—Pindah dari Bandung ke kota Jakarta pada 2013  mengikuti suaminya Angga Nugraha, Ainiy Shaesarita tetap mencintai kota kembang itu. Apalagi sewaktu pulang ke Bandung  pada 2014 pasutri ini melihat kota ini berbenah menjadi kota yang cantik di bawah pimpinan Ridwan Kamil.

Rasa rindu yang meluap kepada kota ini membuat pasutri ini mempunyai ide membuat sebuah karya yang bermanfaat untuk kota tercinta.

Latar belakang pasutri dari pendidikan desain grafis mendorong mereka membuat tas dengan motif yang terkait kota Bandung.  Nama brand yang dipilih adalah Sampurasun, sapaan hangat khas Tatar Sunda yang membuat produk mereka semakin lekat dengan budaya Sunda dipadu dengan kota Bandung yang modern.

“Tas dipilih karena kita berapa kali pernah kali melihat oleh-oleh khas kota Bandung yang dijual seperti di alun-alun  dan pasar baru, ada tas blacu yang pada masa itu disablon. Lalu kami berpikir mengapa tidak menciptakan suatu tas oleh-oleh yang keren, kekinian, tahan lama dan nggak malu-maluin ketika dipakai wisatawan,” ujar Ainiy ketika dihubungi Peluang, Jumat (30/4/21).

Dengan modal Rp1,5 juta mereka mulai memproduksi tas awalnya hanya 10 tas. Mereka memproduksi satu jenis tas yaitu totebag, kemudian berkembang karena respon pasra bagus.  Mereka pun berinovasi menciptakan model lain seperti sling bag, tote bag 2in1, ransel, pouch dan terbaru mereka membuat masker viral tepat pada saat pandemi 2020.

Motif dikaitkan dengan penggambaran kondisi dan budaya di kota Bandung. Namun motif pertama terkait dengan kekaguman terhadap  Ridwan Kamil, dengan dikeluarkannya “Ridwan Kamil Series”, yang di dalamnya ada tiga motif.

“Di antaranya ontelan,  di mana waktu itu Kang Emil sering melakukan kegiatan bersepeda intel berkeliling Bandung, yang kedua motif Pasoepati (salah satu jembatan layang utama di Kota Bandung) dan motif Ibu Cinta (panggilan karib Ridwan untuk istrinya Athalia),” ungkap Ainiy.

Hingga saat ini Sampurasun sudah mengeluarkan kurang lebih 16 motif. diantaranya ada seri kuliner, legenda Sunda, budaya Sunda dan juga  Bandung juara. Seluruh motif ini adalah berdasarkan apa yang dilihat ada di kota Bandung dan adat istiadat budaya Sunda.

Itu terjadi setelah pada 2018 suami Ainiy memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya dan mereka kembali ke kota Bandung.  Akhirnya mereka total terjun di dunia wirausaha. Hingga saat ini per bulan kami bisa memproduksi 500 hingga 1000 pieces tas.

Sementara harga jual produk Sampurasun sendiri di kisaran yang paling murah adalah masker di Rp25.000 sampai dengan  model paling mahal di Rp150.000. Sampurasun menggunakan pemasaran dengan sistem reseller yang tersebar di beberapa wilayah di luar kota Bandung, bahkan ke pulau lain hingga lebih dari delapan negara pada 2020. Mereka juga memasarkan secara daring.

Sebelum pandemi Sampurasun mampu meraup omzet sekitar  Rp50 juta dalam satu bulan. Pandemi pada 2020  berdampak usaha, kehilangan banyak omzet kemarin.  “Tapi pada  awal 2021 Alhamdulillah kita sudah kembali stabil,” imbuhnya.

Ke depan, Sampurasun rencana akan mulai menambah motif-motif terbaru yang masih berhubungan dan menceritakan tentang kota Bandung. Selain itu kemungkinan akan lebih luas kan lagi tema-tema motif menjadi Jawa Barat.

Selain itu pasutri ini  mencoba berinovasi dengan mengembangkan produk-produk lainnya yang kemarin sudah dicoba yaitu dalam bentuk tumblr printing dan digunakan untuk suvenir Bank Indonesia Jawa Barat.

“Pada bidang marketing nya sendiri kita berencana akan tetap konsisten pada bidang penjualan daring. tapi kemungkinan kita akan menggandeng brand brand lain atau instansi-instansi untuk berkolaborasi,” pungkas Ainiy (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate