
PeluangNews, Jakarta – Menyambut Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan inovasi layanan baru berupa Kereta Ekonomi Kerakyatan. Kereta ini dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pemudik dengan tarif tetap terjangkau.
Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil modifikasi dari kereta ekonomi AC generasi sebelumnya yang dikerjakan di Balai Yasa Manggarai, Jakarta. Pembaruan tersebut menjadi bagian dari transformasi sarana yang telah dimiliki KAI.
“Tranformasi ini dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sarana yang telah dimiliki KAI,” kata KAI dikutip dari Instagram @keretaapikita, Selasa (24/2/2026).
Saat ini, proses modifikasi masih berlangsung. Konsep yang digunakan mengacu pada kereta ekonomi subsidi atau Public Service Obligation (PSO), dengan kapasitas angkut besar namun peningkatan pada sisi kenyamanan kursi. Posisinya nantinya berada di atas kelas ekonomi PSO, tetapi masih di bawah ekonomi komersial.
Dari sisi tata letak, konfigurasi tempat duduk tetap menggunakan pola 3-2 seperti ekonomi PSO. Perbedaannya terletak pada jumlah kursi, di mana ekonomi PSO memiliki kapasitas 106 tempat duduk, sedangkan ekonomi kerakyatan berkapasitas 93 tempat duduk.
Keunggulan lain terdapat pada desain kursi yang dapat disesuaikan dengan arah perjalanan. Berdasarkan konsep yang ditampilkan di Instagram Kereta Api Kita, sandaran kursi dapat diubah mengikuti arah laju kereta dengan sistem dorong. Model kursi semacam ini sebelumnya pernah diterapkan pada kereta kelas bisnis.
Kereta Ekonomi Kerakyatan direncanakan mulai beroperasi untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026 dengan menambah pilihan layanan bagi masyarakat yang hendak mudik menggunakan kereta api.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasydin, menyatakan inovasi ini dihadirkan untuk meningkatkan kenyamanan layanan tanpa mengesampingkan keterjangkauan tarif.
“Kereta Api Ekonomi Kerakyatan merupakan bagian dari inovasi untuk menyambut masa Angkutan Lebaran 2026. Inovasi ini mewujudkan layanan yang semakin melayani para pemudik dengan harga tetap terjangkau,” kata Bobby.
Ia menambahkan, kehadiran kereta ini juga merupakan respons atas aspirasi pelanggan, khususnya pengguna kereta ekonomi saat musim mudik.
“Langkah ini juga tidak lepas dari suara pelanggan, agar kereta api tetap menjadi pilihan utama saat mudik,” jelasnya.
Meski demikian, hingga kini KAI belum mengumumkan rangkaian kereta maupun rute yang akan menggunakan Kereta Ekonomi Kerakyatan, mengingat proses modifikasi masih berlangsung.








