hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Sambil Memberdayakan Warteg, Menyantuni Warga MIskin

JAKARTA—Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempunyai cara untuk memberdayakan para pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi Covid-19, sekaligus juga menyantuni warganya yang tidak mampu.

Salah satu caranya ialah dengan membeli makanan dari seribu warung tegal yang diajak Pemprov DKI berkolaborasi.   

Makanan  yang dibeli dari warteg disalurkan  kepada masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar warteg. Cara ini mengajak masyarakat kembali membeli makanan di warteg.

Demikian gambaran dari Program Kolaborasi Sosial Bersakala Besar (KSBB) untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak Covid-19  yang digulirkan Pemprov DKI. Seribu warteg yang digandeng tersebar di lima wilayah kota administrasi.

Program ini berlangsung sejak 11 hingga 15 Oktober bergilir dari Jakarta Timur hingga Jakarta Pusat. setiap Kota Administrasi setidaknya mendaftarkan 200 warteg, dengan rincian tiap warteg menyediakan 50 boks makanan dan maksimal pembelanjaan sebesar Rp750.000.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengapresiasi para kolaborator dan pemangku kepentingan lainnya yang ikut andil dalam melakukan pendataan, pendanaan, pengawasan, verifikasi transaksi pembelian, sosialisasi, dan pendistribusian untuk keberlangsungan program ini.

“Kesetiakawanan, kepedulian, dan rasa kebersamaan masyarakat Jakarta harus terus kita jaga dan perkuat,” ujar Anies, Kamis (14/10/21).

Lanjut dia, program KSBB ini menjadi bagian untuk memperkokoh ketahanan pangan warga kurang mampu sehingga mereka dapat tetap hidup layak dan memenuhi kebutuhan pangannya.

Pemprov DKI berkolaborasi dengan Koperasi Warteg Nusantara, pihak Kelurahan, dan pengurus RT/RW dalam menentukan warteg beserta warga yang akan mendapatkan manfaat. Lalu, PT Pancoran Soccer Field sebagai kolaborator yang menyediakan dana untuk 1.000 warteg.

Pemprov DKI juga berkolaborasi dengan Yayasan Turun Tangan dalam proses pengawasan dan verifikasi bantuan. Untuk proses pendistribusiannya dilakukan secara door to door kepada warga yang kurang mampu dari pihak Kelurahan dan RT/RW.

Sementara Ketua Koperasi Warteg Nusantara Mukroni mengakui bahwa program ini sangat membantu pemilik warteg yang omzetnya dalam skala kecil yang paling terdampak pandmei, karena menurunnya daya beli masyarakat.

“Para pemilik warteg berharap program ini terus berlanjut pada bulan berikutnya dan tidak berhenti pada Oktober ini saja dan lebih banyak lagi warteg yang diikutsertakan,” ujar Mukroni ketika dihubungi Peluang, Jumat (15/10/21).

Warteg yang diajak kerja sama menyalurkan boks yang dibeli kepada kelurahaan dan pihak kelurahaan yang menyalurkan kepada masyarakat kurang mampu, seperti petugas kebersihan, pemulung dan sebagainya.

Saat ini Koperasi Warteg  Nusantara mencatat anggotanya mencapai sekitar 10 ribu anggota. Rata-rata terdampak pandemi. 

“Kalau pendapatan warteg bisa mencapai Rp1 juta per hari sudah tegrolong bagus,” katanya. (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate