JAKARTA—Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 48 poin ke posisi Rp14.185 per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp14.233 pada Jumat pagi (24/12/21).
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengungkapkan nilai rupiah berpotensi untuk terus menguat karna pasra optimis terhadap riset terbaru terkait Omricon,
Riset-riset terbaru mengkonfirmasi bahwa Omicron hanya menimbulkan gejala sakit yang ringan pada penderita. Hal tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap dampak Omicron meskipun penularannya sangat cepat.
“Optimisme ini mendorong pasar kembali masuk ke aset berisiko. Indeks saham AS dan Eropa ditutup menguat kemarin. Indeks saham Nikkei dan Kospi dibuka positif,” ujar Ariston.
Jumlah kasus harian Covid-19 di Tanah Air pada Kamis (23/12) kemarin mencapai 136 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4,26 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 mencapai 8 kasus sehingga totalnya mencapai 144.042 kasus.
Adapun untuk jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 232 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,11 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 mencapai 4.642 kasus.
Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 154,5 juta orang dan vaksin dosis kedua 109,26 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.
Dia memprediksi rupiah akan bergerak menguat ke kisaran Rp14.200 per dolar AS hingga Rp14.180 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp14.250 per dolar AS.
Pada Kamis (23/12) lalu, rupiah ditutup menguat 57 poin atau 0,4 persen ke posisi Rp14.233 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.290 per dolar AS.








