hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Rupiah Menguat Ke Rp14.360 Setelah Bunga Bank Sentral Dunia Tumbuh

Jakarta — Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.360 per dolar AS di perdagangan pasar spot. Mata uang Garuda menguat 2 poin atau 0,02 persen dibandingkan Rp14.362 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.359 per dolar AS atau menguat dari Rp14.364 per dolar AS.

Rupiah menguat bersamaan denggan Di kawasan Asia, mayoritas mata uang berada di zona hijau. Dolar Singapura menguat 0,57 persen, yen Jepang 0,29 persen, won Korea Selatan 0,27 persen, peso Filipina 0,14 persen, yuan China 0,07 persen, dan ringgit Malaysia 0,06 persen.

Hanya baht Thailand yang melemah 0,04 persen dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen dari dolar AS. Begitu juga dengan mata uang utama negara maju. Cuma rubel Rusia yang terpantau melemah 0,23 persen.

Sementara yang lain menguat dari dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,12 persen, dolar Kanada 0,12 persen, euro Eropa 0,05 persen, franc Swiss 0,05 persen, dan dolar Australia 0,01 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah terjadi karena sentimen kelanjutan perang Rusia-Ukraina. Sentimen ini juga berlaku bagi pergerakan mata uang lain di dunia.

“Dolar AS turun karena perang di Ukraina tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat,” Ucap Ibrahim, Kamis (14/04/2022)

Sentimen lain berupa pengaruh kebijakan bank-bank sentral negara lain. Salah satunya, bank sentral Selandia Baru yang baru saja menaikkan tingkat suku bunga acuannya menjadi 1,5 persen. Sementara keputusan bank sentral Kanada, Eropa, dan Korea Selatan akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan menguat dengan bergerak di kisaran Rp14.330 sampai Rp14.370 per dolar AS pada hari ini. Pasalnya, dolar AS tengah melemah setelah bank sentral Kanada mengerek tingkat suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin (bps).

Hal ini membuat pelaku pasar semakin yakin bahwa bank sentral Eropa juga akan mengumumkan kenaikan tingkat bunga acuan sejalan dengan kenaikan inflasi yang terjadi di negara-negara Benua Biru.

“Ekspektasi ini mendorong penguatan nilai tukar negara lain terhadap dolar AS,” ucap Ariston, Kamis (14/04/2022)

Di sisi lain, invasi Rusia ke Ukraina juga masih berlangsung, sehingga menambah kerentanan pada kenaikan inflasi global. Sementara di dalam negeri, aliran modal asing cukup deras ke bursa saham nasional, sehingga bisa menguatkan rupiah.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate