hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Rita Mutiasari, Olah Mocaf Jadi Brownies Gurih

SUMEDANG—Mocaf (Modified Cassava Flour) sebutan untuk tepung ubi kayu yang sudah dimodifikasi. Tepung Mocaf mulai banyai dilirik karena nutrisi dan rendah indeks glikemik yang membuatnya aman untuk dikonsumsi mereka yang punya kadar gula tinggi.

Rita Mutiasari, seorang warga Sumedang mengetahui keunggulan tepung mocaf yang diolahnya menjadi kue brownies. Awalnya ketika mendirikan usaha kuliner dengan brand Nola Cookie, dia memakai terigu pada 2017. Setelah mengenalnya, maka dia merasa mocaf tidak kalah dengan terigu. Rita terjun ke bisnis kue dengan modal Rp3 juta.

Pada Juni 2018 Rita menyabet juara kedua Pengolahan Tepung Mocaf Kota Bandung yang makin mendorongnya menekuni kue olahan mocaf. Nama Nola Cookie terinspirasi dari panggilan kedua putrinya, Nonon dan Kayla.

Sebelum menjadi tukang kue, Rita sudah bekerja selama 20 tahun sebagai pegawai salah satu bank swasta nasional. Ketika mengundurkan diri  dari pekerjaan utama pada 2015, Rita juga pernah membuka membuka warung nasi pelangi awal 2016.

“Nola Cookie mengusung konsep  healthy food, selain menggunakan mocaf, saya  juga tidak menggunakan gula pasir dan resepnya merupakan reep sendiri,” ujar Rita kepada Peluang, Jumat (15/1/21).

Lanjut dia, usaha pengolahan tepung mocaf di kota kecil seperti Sumedang memerlukan kesabaran yang sangat luar biasa. Beberapa muridnya sudah mengibarkan bendera putih atas usaha yang mereka rintis kenapa karena marketplace di Sumedang bisa dikatakan kurang dari 1%.

Masyarakat masih banyak yang menolak membelanjakan uangnya untuk beli olahan tepung mocaf dengan alasan harga mahal dan  rasanya yang kurang nikmat. Itu sebabnya dia menjalankan usahanya berdasarkan pesanan. 

Rezeki justru datang dari luar Sumedang,  Pada 2020 omzet menjual melesat sampai 100%. Lain halnya dengan konsumen diluar kota Sumedang,  Pernah penjualan menembus hingga 100 loyang brownies per bulan.  Rita menjual brownies mocafnya dengan harga Rp75 ribu per loyang.

“Pemasaran sampai  dengan saat ini dilakukan secara daring dengan memanfaatkan media sosial Facebook, Whatsapp dan Instagram.  Sementara secara fisik (luring) datang melalui komunitas seperti orang tua yang punya anak autis dan kelompok yang mempunyai gaya hidup sehat,” ujar Rita yang mengaku usahanya tidak terdampak pandemi.

“Ke depan, saya Ingin punya gerai pangan lokal yang menyediakan aneka cemilan, kue kering dan kue basah, mie ayam dan bakso dengan bahan dasar tepung mocaf,” tutup Wirausaha Baru Jabar Kota Madya Bandung, yang kini mengikuti pelatiihan kita memulai ekspor dari PIBI Ikopin Sumedang, Jabar (Van).

.

pasang iklan di sini
octa vaganza