JAKARTA-— Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani memproyeksikan PPKM darurat akan terus diperpanjang jika tidak terjadi penurunan kasus positif harian Covid-19 secara signifikan.
Riset lembaga ini memprediksi setidaknya waktu yang diperlukan menurunkan kasus Covid-19 ke level 5.000 hingga 6.000 kasus adalah tiga bulan.
“Berdasarkan data Google Mobility Index hingga 2 Juli 2021, pergerakan manusia tercatat mulai menurun sejak pertengahan Juni meski levelnya masih relatif lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ujar Dendi dalam keterangan resmi, Kamis (8/7/21).
Riset ini terkait untuk menanggapi penetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai dari 3 Juli hingga 20 Juli 2021.
Sementara Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan, pergerakan atau mobilitas orang akan terus menurun selama pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat atau PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021.
Data Google Mobility Index hingga 2 Juli 2021 mengungkapkan pergerakan manusia sudah mulai menurun sejak pertengahan Juni walaupun levelnya masih relatif lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan mobilitas orang juga terjadi pada sektor angkutan udara. Merujuk data FlightRadar hingga 5 Juli 2021, frekuensi penerbangan juga mulai turun sejak awal bulan ini.
“Data pada 5 Juli 2021, frekuensi penerbangan ke kota-kota utama di Indonesia seperti Surabaya, Medan, Makasar, dan Denpasar sudah menunjukan penurunan,” kata Andri.
Pada periode pelarangan mudik 6-17 Mei 2021, jumlah penerbangan harian domestik dari Jakarta (CGK) ke kota kota utama juga turun, dengan rata-rata penurunan sebesar 80,4 persen.
“Hanya saja setelah periode pelarangan mudik selesai, frekuensi penerbangan meningkat tajam bahkan melebihi periode sebelum pelarangan mudik,” ungkap Andry.
Frekuensi penerbangan ini masih tinggi sampai dengan akhir Juni 2021. Hal ini mengindikasikan ada pergeseran periode mudik ke sesudah periode pelarangan mudik.








