hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Rini Dwi Setya Inisiasi Djamune Nyonya Rin’s di Tengah Pandemi

BANDUNG—Sejak remaja Rini Dwi Setya menggemari jamu. Warga Geger Kalong, Bandung menampik bahwa mindset yang beredar bahwa jamu tidak identik dengan pahit, melainkan enak dan punya banyak manfaat untuk kesehatan.

Rini sadar betul bahwa jamu adalah minuman herbal turun-temurun yang diwariskan nenek moyang dan seharusnya dilestarikan.

Tekad perempuan kelahiran 1984 makin menggebu ketika pandemi Covid-19 membuat banyak rakyat Indonesia kesulitan mendapatkan produk yang aman dan alami dikonsumsi jangka panjang, yang bisa diperuntukan untuk semua usia, mulai dari anak-anak hingga orangtua.

Untuk itu sarjana ekonomi sebuah universitas ini mendirikan Djamune Nyonya Rin’s  pada 5 Agustus 2020 dengan  visi misi sebagai minuman sehat keluarga Indonesia.

“Kami ingin menjadikan Keluarga Indonesia Sehat dengan Rimpang Produk Allah Swt (yang merupakan Jurus Sehat Rasullulah),” ungkap Rini kepada Peluang, Senin (27/12/21).

Latar belakang pengalaman bekerjanya mulai dari supervisor Foundcourt CSB Mall,  Deputy Manager Marketing Revo Town Mall dan Direktur PT Berkah Setya Waluyo menjadikannya cukup matang sebagai wirausaha dengan brand sendiri, setelah lima belas tahun malang melintang di perusahaan milik orang lain.

“Nama Djamune Nyonya Rin’s diambil dari nama depan founder sendiri yaitu Rini dan gagasan dari sang suami yang selalu mendukung dan mendukung selama ini. Saya berasal dari kota Cirebon, sehingga produksi jamunya sendiri di kota Cirebon sedangkan pemasarannya di Bandung,” ucap Rini.

Rini mengaku modal awalnya  hanya ratusan ribu rupiah. Dari hanya 50 botol sekarang per minggunya produksi bisa sampai 2.000 botol per minggu. Rini menyebut omzetnya mencapai Rp50 juta per bulan dan mampu mempekerjakan tujuh karyawan.

Jamu produksinya  di antaranya Jamu Kunyit Asam, Jamu Jahe Lemon, Jamu Sereh dengan harga Rp17.500 per botol.

Kelebihan dari Djamune Nyonya Rin’s diantara minuman sejenisnya adalah Djamune Nyonya Rin’s diproduksi dengan teknik Infused Water sehingga minuman jamu ini Tanpa Ampas, Tanpa Getir, tanpa pahit dan tidak membuat enek.

Sehingga banyak di buru para penikmat jamu dan yang awalnya tidak suka jamu menjadi suka. Anak-anak pun sangat menyukai rada jamunya. Pemasaran berawal dari mulut ke mulut, saat ini sudah ada lebih dari 55 Reseler di seluruh Indonesia termasuk Papua.

Penjualan hanya melalui via daring (online), reseller dan beberapa mitra toko seperti Yogya Departemen Store, Toko Oleh-oleh Lapis Bogor Sangkuriang, Toko Oleh-oleh Bolu Susu Lembang, Rest Area KM 88A Cipularang,Toko Pabrik Susu Lembang, Toko Tahu Susu Lembang, D’Ranch Cikole, Floating Market dan toko-toko besar lainnya.

“Pendemi malah semakin tinggi permintaan akan produk jamu yang kekinian ini. Program Paket Keluarga Beli 24 botol boleh campur dapat harga grosir,” imbuhnya.

Meskipun lancar pada masa pandmei, Rini masih menghadapi kendala, permintaan yang tinggi di luar Jawa. Sementara jasa ekspedisi masih mahal dan tiba lebih dari dua minggu.

Akibatnya banyak permintaan yang tidak bisa tercover. Karena jamu hanya aman di perjalanan sekitar 7 hari dan ketahanan di suhu ruangan dua minggu dan  lemari pendingin dua bulan lebih.

“Ke depan, kami akan menambah  produk-produk herbal yang aman dikonsumsi masyarakat agar kebutuhan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terpenuhi,” tutupnya (Irvan).

.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate