YOGYAKARTA—Sejak remaja Sapto Daryono sudah menekuni kerajinan kaca. Dari hanya memasarkan produk-produk yang ada, pria kelahiran Surakarya 20 Maret 1973 ini memutuskan menghadirkan desain baru dan produk berkualitas tinggi bersama istrinya Fitriya.
Pada 2000 mereka mendirikan Ride One Gallery yang berbasis di Desa Manding, Kelurahaan Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Nama Ride OneGallery berasal dari nama Ayah dari istrinya Fitriya, yaitu Ridwan.
“Produk kami dari mulai cermin dekorasi, meja kaca, buffet , console, terrarium, lampu dari kuningan. Pemasaran produk dalam negeri kebanyakan di Bali, Makassar, Jakarta. Untuk luar negeri ke Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Belanda, Belgia (kebanyakan di Eropa),” kata pria yang pernah berprofesi pada jasa ISPM dan Fumigasi ini kepada Peluang, Sabtu (18/9/21).
Yang menakjubkan, Ride on Gallery pernah membuat lalu replika mobil lamborghini bapak dalam rasio 1:1, dan dibeli oleh pelanggan di Belanda.
Setiap bulan rata-rata Ride On Gallery meraup omzet Rp250 juta. Menurut Sapto usahanya tidak terdampak pandemi, karena 80 persen produknya diekspor.
“Tentunya tetap disiplin diri , pantang putus asa dan selalu menciptakan desain serta kreasi yang bernilai tinggi agar bisa diterima pasar,” kata peraih Diploma Pariwisata Perhotelan ini.
Produk Rideo on Gallery dibuat dengan teknik khusus oleh tenaga profesional terampil di bidang furniture dan glasscraft. Kedisiplinan dan ketelitian menjadi kunci dalam pengerjaan produk kami sehingga selesai tepat waktu dengan produk yang berkualitas.
Kualitas produknya membuat usaha ini dilirik menjadi mitra binaan Bank Indonesia pada 2017. Menjadi mitra binaan membuat UKM ini mendapatkan banyak manfaat menjadi binaan BI, Menjadi mitra membuat UKM ini mengikuti pameran baik secara luring maupun daring, showcase, dan beberapa pelatihan dan sosialisasi.
Sebagai catatan, CV Ride One Gallery juga pernah menerima penghargaan Sidhakarya pada 2020
“Ke depan kami terus mengupdate sistem manajemen perusahaan terus menerus seiring perkembangan serta kebutuhan perusahaan. Selain itu kami memperluas pasar dengan cara agar produk produk kami bisa masuk di semua market di dunia,” tutup Sapto (irvan).





