hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Regenerasi, Digitalisasi, dan Peningkatan Kinerja

General Manager baru Inkopdit diharapkan dapat melakukan terobosan dan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar usaha Kopdit lebih berkembang.

Suksesi kepemimpinan merupakan hal lumrah dalam setiap organisasi, termasuk pada entitas bisnis seperti Induk Koperasi Kredit (Inkopdit). Belum lama ini, Stephanus Toga Siagian didapuk sebagai GM Inkopdit yang baru untuk mengoptimalkan kinerja Inkopdit dan anggota-anggotanya.

“Saya berharap perubahan GM ini bukan akhir dalam perjalanan, tetapi langkah awal untuk menjadikan Inkopdit lebih baik pada masa mendatang,” ujar Ketua Pengurus Inkopdit, Djoko Susilo.

Penunjukan GM baru tersebut telah melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan internal Inkopdit. Di pundak Stephanus Toga Siagian bersandar harapan dari pengurus, anggota dan pemangku kepentingan agar terjalin sinergi yang lebih baik untuk kesejahteraan anggota. Salah satu peran yang bakal dijalankan olehnya adalah membuat perencanaan strategis organisasi dan memberdayakan anggota.

Pada kesempatan berbeda, GM Inkopdit Stephanus Toga mengungkapkan salah satu rencana strategisnya adalah melakukan transformasi digital. “Masyarakat gandrung dengan layanan digital yang dinilai lebih cepat, efisien, dan nyaman. Inkopdit akan menyesuaikan diri dengan trend digitalisasi tersebut,” ujar Stephanus.

Saat ini, Inkopdit sudah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan perangkat keras (hardware) yang akan menyediakan perangkat tablet untuk petugas lapangan. Adanya device itu akan memudahkan pengurus dalam melakukan pemantauan kinerja di lapangan. Selain itu, juga dapat mempercepat proses bisnis.

Sejalan dengan transformasi digital, ia juga mengharapkan masyarakat untuk mengawasi seluruh jaringan kopdit agar sesuai dengan tata kelola yang baik (governance). Saat ini jumlah anggota Inkopdit terdiri dari 37 Puskopdit dan 966 primer kopdit yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Dengan adanya pengawasan oleh anggota dan masyarakat diharapkan kinerja Kopdit semakin positif.

Selain itu, gebrakan dari GM baru Inkopdit adalah membina sekitar 50 orang anggota pelaku usaha mikro dari koperasi primer untuk dibesarkan usahanya. “Kita akan bina pelaku usaha mikro agar usahanya naik kelas,” ungkap Stephanus. 

Terkait dengan peningkatan kinerja, pada tahun ini Inkopdit menargetkan peningkatan aset sebesar 25% dari capaian tahun lalu sekitar Rp250 miliar. Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah menggenjot program diklat di setiap unit kerja. Inkopdit sebagai representasi gerakan kopdit di tingkat pusat perlu melakukan terobosan agar kinerja lebih menggigit demi meningkatkan kesejahteraan anggota. Dengan jumlah anggota sekitar 3,5 juta orang, gerakan kopdit akan memberi pengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate