
PeluangNews, Jakarta-KSP Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-31 dengan semangat refleksi mendalam dan komitmen profesionalitas.
Di usia yang telah memasuki fase kematangan ini, lembaga keuangan mikro yang berbasis di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kabupaten Sikka ini, menekankan pentingnya menjaga kesadaran kolektif antara pengelola dan ratusan ribu anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, menyampaikan bahwa usia 31 tahun adalah bukti ketangguhan lembaga.
Namun, ia mengingatkan bahwa angka besar dalam statistik keanggotaan bukanlah segalanya jika tidak dibarengi dengan keaktifan dan kesadaran.
Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan Jano, saat ini jumlah anggota yang terdaftar mencapai 498.824 orang, dengan rincian anggota riil sebanyak 431.628 orang.
“Ini umur yang sudah matang. Kita harus merefleksikan kembali kepada semua kita, baik pengelola maupun anggota, untuk mulai sadar supaya lembaga ini berkembang secara profesional,” tegas Yakobus Jano.
Jano menyoroti fenomena anggota yang tidak aktif sebagai tantangan utama dan menjadi tugas tanggung jawab pengelola untuk mendidik, merawat, dan menjaga supaya mereka menjadi kekuatan bersama.
“Kita harus menjaga agar lembaga ini jangan seperti manusia yang semakin tua semakin redup, tapi justru harus semakin bercahaya. Harapan kita, 1.000 tahun lagi koperasi ini tetap berkiprah,” tambahnya.
Senada dengan Ketua, General Manager KSP Kopdit Pintu Air, Gabriel Pito Sorowutun, memberikan penekanan pada aspek internal manajemen.
Baginya, keberlanjutan Pintu Air sangat bergantung pada bagaimana para pengelola di KCP, Cabang, maupun Titik Kumpul memaknai pekerjaan mereka.
Gabriel mengajak seluruh rekan manajemen untuk memiliki filosofi “Kebun”. Menurutnya, kantor atau lembaga ini bukan sekadar tempat mencari makan, melainkan kebun yang harus diolah dengan penuh rasa memiliki.
“Jangan jadikan tempat ini hanya sebagai tempat cari makan, tapi jadikan betul-betul kebun kita. Kita sudah mengolah kebun ini puluhan tahun, dan dengan kemampuan berinovasi serta berkolaborasi dengan situasi zaman, kita akan terus menghasilkan,” ujar Gabriel.
Ia juga menekankan bahwa di era yang semakin canggih, manajemen tidak boleh lagi menggunakan cara-cara lama yang statis.
“Pengelolaan lembaga harus lebih bonafide dan terpercaya melalui adaptasi teknologi dan penguatan spiritualitas melalui doa pagi sebagai momen refleksi diri,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-31 ini menjadi momentum bagi KSP Kopdit Pintu Air untuk mempererat solidaritas.
Dengan perpaduan antara kepemimpinan Yakobus Jano yang visioner dalam menjaga marwah koperasi dan eksekusi manajemen yang inovatif dari Gabriel Pito Sorowutun, Kopdit Pintu Air optimis tetap menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang kokoh.
Kedua tokoh ini sepakat bahwa kekuatan utama Pintu Air terletak pada tiga pilar: Andalan pada Tuhan, penghormatan terhadap alam/leluhur, dan integritas manusianya.
Dengan pondasi tersebut, target untuk terus melayani hingga lintas generasi bukan lagi sekadar impian, melainkan misi yang sedang dijalankan.








