hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Rayakan Milad ke 9, Koperasi BMI Patut Jadi “Role Model”

TANGERANG—Koperasi Benteng Mikro Indonesia sudah memasuki usia yang ke sembilan dan 19 tahun operasional. Sepanjang sejarahnya Koperasi BMI ini menunjukkan kinerja yang baik yang membuatnya menjadi role model, benchmark sebagai koperasi yang patut dibanggakan.  

Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi menyatakan kebanggaannya sebagai koperasi yang mampu mewujudkan Good Cooperative Governance di tengah-tengah ketika sejumlah koperasi yang menghadapi masalah praktik yang jauh dari pinsip dan nilainya sendiri.

Zabadi mencontohkan, saat ini Satgas Penagangan Koperasi Bermasalah menangani delapan koperasi bermasalah dengan  kerugian anggota sampai mencapai Rp26 triliun. Pada saat seperti ini Koperasi BMI membuktikan mampu berjalan dengan nilai dan prinsip koperasi dengan kinerja gemilang.

“Kami secara khusus memberikan apresiasi atas perkembangan BMI selama ini. Kami menganggap BMI sebagai Koperasi patut untuk dibanggakan” ujar Zabadi dalam sambutannya dalam Puncak acara 9 Tahun Milad Koperasi BMI dan 19 Tahun Operasional yang dipusatkan di Kantor Cabang Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/3/22),

Lanjut dia, banyak koperasi yang dikuasasi oleh elit-elitnya. Bahkan koperasi dianggap seperti perusahaan pribadi. Jika koperasi hanya dikuasai oleh beberapa elit maka ini sebetulnya pelanggaran serius.

Koperasi semacam ini akan sangat mengganggu nama baik koperasi yang betul betul seperti BMI ini . Pihaknya, ucap Zabadi, sudah lama membangun nama baik koperasi tetapi dirusak oleh koperasi bermasalah.

Zabadi berharap Koperasi BMI mampu mewujudkan konglomerasi usaha koperasi. Yang perlu diingat ukuran keberhasilan koperasi bukan hanya diukur dari besaran aset tetapi lebih dari itu adalah kesejahteraan anggota dan promosi ekonomi anggota.

“Berkoperasi harus menaikkan atau mempromosikan ekonomi anggota sehingga ekonomi anggota naik kelas” tutup  Zabadi mengakhiri sambutannya.

Puncak Perayaan HUT BMI

Suasana cerah mengiringi perhelatan acara puncak perayaan HUT BMI. Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara hadir bersama H. Didi Budiharta, Ketua Pengawas Operasional dan H. Hendri Tanjung, Ketua Pengawas Syariah Kopsyah BMI.

Selain  Deputi Perkoperasian Kemenkopukm, hadir pula, Arif R Hakim mewakili Kadis Koperasi dan UKM Propinsi Banten dan H Jamasari mewakili Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang dan Camat Sukadiri Encep Sahayat.

Acara yang dihelat melalui live streaming melalui chanel youtube BMI NEWS dan digelar di 5 tempat berlangsung dengan khidmad dibuka dengan doa yang dibacakan H Hendri Tanjung dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran.

Dalam sambutannya, Kamaruddin menyampaikan koperasi sampai saat ini masih dianggap sebelah mata. Padahal berkoperasi merupakan praktik Q.S Al Maidah ayat 2. Berkoperasi juga merupakan praktek dari tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa.

Melalui koperasi BMI bisa membangun rumah sakit dan bahkan sekolah gratis. Inilah cita-cita koperasi.

“Rumah sakit bisa kita berikan layanan bayar seikhlasnya. Saat ini kita juga sudah memiliki 9 ambulans yang kita berikan jasa gratis tidak bayar sama sekali. Dengan berkoperasi dan tolong – menolong semua bisa kita lakukan” ujar pria yang akrab disapa Kambara.

“Saat ini grup sudah mempunyau Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) yang dengan inisiatifnya telah membuka layanan BMI poin di 55 layanan. “Kita juga memiliki produk beras dan masih banyak aktifitas bisnis Kopmen BMI yang lain” papar Kambara lagi.

Melalui jaringan BMI poin di berbagai pasar Kambara berharap mampu mewujudkan terciptanya sirkuit ekonomi dan menuju alat pembayaran yang cashless.

Sementara Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI) yang menggarap berbagai sektor jasa.

“Saat ini kita juga sudah memiliki Kopjas BMI salah satunya jasa Event Organizer (EO) dan acara ini juga dilaksanakan oleh EO kita sendiri” ujar imbuhnya.  

Penulis Buku Model BMI Syariah ini juga menjelaskan bahwa Koperasi BMI terus menggalang wakaf. Dengan wakaf Rp2.000,- per minggu sampai hari ini alhamdulillah pihaknya telah mampu menghimpun Rp20 miliar.

Kamaruddin mengajak masyarakat untuk menyimpan di BMI.  Golongan menengah ke atas baiknya menyimpan di koperasi, ini agar harta tidak beredar di antara orang kaya saja.

“Berkoperasi membentuk jatidiri bangsa untuk menggerakkan ekonomi,” pungkasnya (Tim Peluang)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate