hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Rawhaus, Tawarkan Hunian Ramah Lingkungan dan Tahan Gempa

BANDUNG—Banyak pelajaran yang bisa diambil dari bencana gempa bumi di Lombok akhir 2018. Menurut Cassandra Sari Damayanti (28 tahun) akibat bencana itu banyak bangunan hancur, mengakibatkan banyak orang kehilangan tempat tinggalnya.Sayangnya, membutuhkan waktu yang cukup lama memulihkan.

Alumni Arsitektur ITB itu berfikir ingin membuat rumah yang tahan gempa, atau jika kalau terjadi bencana bisa membuat rumah pasca bencana yang dapat dibuat sangat cepat, desainnya pantas, namun juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungannya.

Perempuan yang akrab dipanggil Sasa ini bertemu Rendy Aditya yang kemudian mendirikan semacam biro arsitek bernama Rawhaus yang menawarkan hunian yang bisa selaras dengan lingkungan hidup.

“Ketika membicarakan masalah bangunan pasca bencana dan juga sustainable living menurut kami sebuah rumah micro bisa menjadi solusi yang tepat. Kenapa rumahnya harus kecil? Ya karena besar belum tentu lebih baik,” ujar Sasa kepada Peluang, Rabu (11/2/21).

Rawhaus didesain dengan pendekatan minimalis, lebih efisien,memaksimalkan ruangan yang ada di lahan terbatas, footprintnya lebih kecil, sumber daya yang digunakan lebih sedikit, sehingga dapat meminimalisir dampak bagi lingkungan.

Pendirian Rawhausjuga didorong kegelisahan Sasa  terhadap tingginya permintaan akan hunian yang akhirnya mendorong program pengadaan rumah berskala besar baik dari pemerintah maupun dari developer komersial.

Sayangnya ketika mau mengikuti permintaan berarti jadi akan ada aktivitas konstruksi yang massif pula sementara aktivitas konstruksi itu memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan.

Aktivitas konstruksi itu menggunakan banyak sumber daya dan sering kali menghasilkan material yang tidak termanfaatkan di situs. Jadi terkadang walaupun dari segi desain perencanaan kawasannya sudah sangat baik dan livable namun aktivitas konstruksinya ini yang tidak sustainable.

“Ini yang menjadi keresahan saya juga. Industri yang saya jalankan ini sangat rentan berbuat kerusakan demi meraup keuntungan,dalam ajaran keyakinan yang saya anut, di Alquran berkali-kali disebutkan bahwa kita tidak boleh berbuat kerusakan di muka bumi,” ungkap Sasa.

Dia dan rekannya Rendy Aditya, memiliki value dan visi yang sama ingin membuat habitat yang ideal tersebut dan rumahnya ini terbuat dari bahan daur ulang.  Visinya ingin menciptakan “high-performance sustainable housing”

Sistem Hunian Rawhaus

Rawhaus menggunakan sistem bangunan prefabrikasi dan modular jadi sampai di lokasi sudah langsung dipasang. Ukurannyapun sudah sesuai, hal ini meminimalisir sampah konstruksi dan mempercepat proses konstruksi.

Kalau material yang sekarang ini kami bekerjasama dengan PT Beton Elemindo Putra jadi menggunakan produknya yang terbuat dari recycled polystyrene (atau yang biasa disebut dengan styrofoam).

Dengan material ini juga sudah teruji lebih tahan gempa dan fire-retardant serta sangat baik sebagai insulasi thermal. Selain itu Rawhaus juga memikirkan aspek bagaimana air itu didapatkan untuk digunakan sehari-hari hingga waste management-nya.

“Kami melengkapinya dengan sistem air tadah hujan atau rain water harvesting dan juga dilengkapi dengan filter airnya sehingga aman dikonsumsi sehari-hari.  Sementara untuk air sisa limbah domestik juga sudah dilengkapi dengan fitur waste water treatment nya atau sistem pengelolaan limbah dari pemakaian sehari-hari seperti dari toilet atau keran wastafel,”  papar perempuan kelahiran 1992 ini.

Air yang keluar ke pembuangan kota itu tidak mencemari lingkungan. Desain rumahnya pun mendukung agar menghemat penggunaan listrik terutama penggunaan lampu dan pendingin ruangan.

Hal tersebut yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan lingkungan, dan selain itu harapannya dapat memberikan penghematan jangka panjang pada penghuninya, serta meningkatkan kualitas hidupnya.  Sebagai catatan Rawhaus baru membuat satu unit prototype di Bandung.

“Yang terpenting bisa menunjang gaya hidup minimalis dan sustainable bagi penghuninya. Karena bagi kami juga sebaik apapun desain rumahnya namun jika gaya hidup penghuninya juga tetap konsumtif, ya akan sama aja tidak akan tercapai sustainabilitynya,” pungkas dia (Van).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate