BEKASI—Koperasi Makmur Mandiri (KMM) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020 di Hotel Horison, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/1/21). Dalam RAT itu KMM mengumumkan bahwa aset yang dimiliki mencapai Rp700, 7 miliar.
Angka tersebut melesat jauh dari pembukuan pada 2019 yang senilai Rp501,5 miliar, tumbuh sebesar 39,7%. Peningkatan kinerja tidak hanya terjadi untuk aset, melainkan juga pada jumlah anggota dan volume usaha.
Ketua Umum KMM Tumbur Naibaho menyampaikan pada 2020 Koperasi Makmur Mandiri, memiliki anggota yang tersebar di 21 provinsi dari 150 cabang sebanyak 68.017 orang.
“Ini merupakan peningkatan yang membanggakan bagi kami karena semakin banyak yang percaya kepada kami. Angka tersebut naik 28% dari tahun 2019 yang berjumlah 14.895.” ujar Tumbur.
Selain itu volume usaha KSP Makmur Mandiri pun meningkat 7,9% dari Rp623,5 miliar di tahun 2019 menjadi Rp672,8 miliar pada 2020, bertambah sebesar Rp49,3 miliar.
Namun tidak ada gading tak retak, KMM mengalami depresiasi pada Sisa Hasil Usaha-nya, tercatat terjadi penurunan sebanyak 11,7% dari Rp5,1 miliar tahun 2019 jadi Rp4,5 miliar.
“Hal ini terjadi akibat di bulan-bulan awal adanya Covid-19, beberapa anggota banyak yang mengalami kemunduran usaha, tetapi secara bertahap mulai pulih kembali pada akhir tahun,” tambah Tumbur.
Hasil baik KMM pada 2020 diakui Tumbur tidak lepas dari partisipasi anggota yang bersinergi dengan kinerja ciamik para karyawan.
Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makmur Mandiri Tahun Buku 2020 resmi dibuka oleh Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, secara virtual langsung dari ruang kerjanya.
Dalam sambutannya, Teten optimis akan kemajuan ekonomi nasional dari sektor koperasi semakin membaik walau dalam masa pandemi yang menyulitkan ini.
“Dengan karakteristik koperasi yang setiap anggota mampu memperoleh modal usaha dengan cepat, ini akan menjadi peluang yang sangat bagus bagi koperasi,” ujar Teten.
Selain Menteri Koperasi dan UMKM, RAT juga turut serta dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat Kusmana Hartadji, Kepala Dinas Koperasi dan UKM kota Bekasi H. Abdillah, Direktur Umum dan Hukum Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Jaenal Aripin (Reza).








