TANGERANG—-Koperasi Milik Bersama, merupakan tema yang diangkat oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020 yang digelar hari ini, Kamis (21/1/21) di Gading Serpong, Tangerang, Banten.
Selain dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat, antara lain Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Tabrani dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang Nurulhayati, RAT juga dihadiri secara virtual oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Staf Ahli Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat Kusmana Hartadji.
Sementara itu jumlah anggota yang hadir dalam RAT tersebut sebanyak 610 anggota perwakilan yang tersebar di sembilan titik kegiatan yaitu, Spring Club Serpong, GTG Cisauk, Istana Nelayan Tangerang, Le Dian Hotel Serang, Le Semar Karawaci, Horizon Pandeglang, Bumi Katineung Lebak, De Batete, Malingping dan Coconut Island, Carita, Pandeglang.
Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamarudin Barubara dalam laporannya menegaskan, koperasi yang dipimpinnya menitikberatkan spirit kebersamaan mulai dari bersama meningkatkan simpanan wajib, bersama berbelanja di toko milik koperasi dan anggota, hingga bersama mengawasi koperasi.
“Kita harus meningkatkan simpanan wajib, bukan pinjaman, barulah kita boleh berbangga dalam berkoperasi,” ujarnya.
Sepanjang 2020, kendati didera oleh pandemi covid-19, namun Kopsyah BMI dan juga Kopmen BMI masih mampu membukukan kinerja usaha cukup menggembirakan.
“Aset kami naik 15,7 persen dari Rp603 miliar di tahun 2019 menjadi Rp698 miliar tahun 2020. Pada periode yang sama simpanan anggota naik 2,7 persen dari Rp253 miliar jadi R 260 miliar, dan permodalan naik tipis 1,04 persen dari Rp 230 miliar jadi Rp 232 miliar,” jelas Kamaruddin.
Namun demikian penurunan kinerja akibat pandemi Covid-19 juga tak terhindarkan, antara lain dari sisi omzet turun 13,5 persen dari Rp840 miliar tergerus jadi Rp726 miliar.
Pencapaian positif juga dibukukan oleh Kopmen BMI dengan kenaikan aset 25,6 persen dan omset 232,4 persen, modal 11,8 persen serta piutang 20,7 persen.
“Yang luar biasa dalam 1 tahun ini koperasi konsumen mampu menjual perangkat elektronik terutama gadget lebih dari Rp40 miliar,” ungkap pria yang karib disapa Kambara Ini.
Selain penyampaian laporan keuangan dan juga aktivitas penerimaan dan penyaluran zakat, infaq dan sedekah yang naik positif, Kopsyah BMI juga meluncurkan logo baru dan peluncuran buku seri kedua Skim Pembiayaan Mikro Tata Sanitasi dan Mikro Tata Air.
Peluncuran logo baru tersebut pungkas Kamaruddin mencerminkan filosofi keberadaan Kopsyah BMI dan budaya kerja yang berfilosofi budaya kerja berbasis syariah yang diharapkan menjadi pedoman kerja bagi segenap karyawan dan anggota Kopsyah BMI yang hingga per Desember 2020 sudah mencapai lebih dari 180 ribu orang. ( Reza)








