hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

RAT ke-52 Kospin Jasa: Menkop Ferry Juliantono Minta Jaga Kinerja Unggul, Aset Tembus Rp7,33 Triliun

RAT ke-52 Kospin Jasa: Menkop Ferry Juliantono Minta Jaga Kinerja Unggul, Aset Tembus Rp7,33 Triliun
RAT ke-52 Kospin Jasa: Menkop Ferry Juliantono Minta Jaga Kinerja Unggul, Aset Tembus Rp7,33 Triliun/dok.peluangnews

PeluangNews, Yogyakarta – Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa Pekalongan diminta terus menjaga kinerja unggulnya sebagai barometer koperasi terbesar di Indonesia. Komitmen tersebut dinilai penting untuk mematahkan stigma bahwa koperasi hanya menjadi badan usaha “pinggiran” dan kurang kompetitif.

Pesan itu disampaikan Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, saat memberikan sambutan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-52 Kospin Jasa, Sabtu (12/2/2026), di Hotel Grand Keisha, Yogyakarta.

RAT yang digelar secara hybrid ini diikuti sekitar 400 anggota perwakilan yang hadir langsung, serta anggota dari berbagai cabang yang bergabung secara daring. Turut hadir Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan Digitalisasi Kemenkop Henra Saragih, Wali Kota Pekalongan, serta perwakilan Dinas Koperasi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kinerja 2025 Tetap Solid

RAT diawali dengan laporan Ketua Umum Kospin Jasa, Andy Arslan Djunaid, yang memaparkan perkembangan usaha sepanjang Tahun Buku 2025.

Andy mengakui bahwa capaian tahun lalu belum sepenuhnya memenuhi target yang telah ditetapkan. Namun, secara umum kinerja tetap terjaga dan solid dalam melayani anggota.

“Kendati belum mencapai target yang sudah kami patok di tahun lalu, pencapaiannya masih tetap baik sehingga Kospin Jasa tetap solid dalam melayani anggota,” ujarnya.

RAT tahun ini juga dirangkaikan dengan evaluasi perjalanan Kospin Jasa Syariah yang telah memasuki tahun operasional ketiga.

Barometer Koperasi Sukses Nasional
Dalam sambutannya, Menkop Ferry menegaskan bahwa pengalaman panjang Kospin Jasa selama lebih dari lima dekade menjadi modal kuat untuk terus tumbuh dan menjadi contoh tata kelola koperasi modern di Indonesia.

Menurutnya, Kospin Jasa telah menunjukkan kemampuan menata organisasi dan keuangan secara profesional. Hal ini tercermin dari pertumbuhan aset yang telah mencapai Rp7,33 triliun serta simpanan anggota sebesar Rp5,6 triliun.

“Kinerja prima hanya bisa dicapai melalui kepercayaan kuat dari para anggota,” tegas Ferry.

Ia optimistis Kospin Jasa akan tumbuh lebih baik ke depan seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan meningkat mendekati 7 persen pada tahun ini.

Dukungan Program 80.000 Koperasi Desa Merah Putih

Optimisme tersebut juga didorong oleh kebijakan pemerintah dalam pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga saat ini, lebih dari 83.000 sertifikat badan hukum KDKMP telah terbit.

Pemerintah, lanjut Ferry, tengah mengupayakan pembangunan gudang-gudang KDKMP di seluruh Indonesia. Targetnya, hingga April mendatang akan berdiri sekitar 30.000 gudang agar koperasi desa tersebut dapat segera menjalankan usaha.Adapun jenis usaha yang telah ditetapkan meliputi sembako, apotek, perdagangan, dan transportasi. Meski demikian, pemerintah tetap memberikan ruang inovasi bagi pengelola KDKMP untuk mengembangkan unit usaha sesuai potensi desa masing-masing. (Irm)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate