Inovasi produk dan layanan yang didukung SDM profesional dan adopsi teknologi digital serta penguatan tata kelola merupakan kunci utama pertumbuhan berkelanjutan, sehingga KSP CU Pancur Kasih semakin dipercaya anggota dan masyarakat.

Setelah menutup 2025 dengan pencapaian kinerja gemilang, KSP CU Pancur Kasih (CUPK) siap tancap gas di 2026, dengan menargetkan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan berkelanjutan. Sebagai koperasi terpercaya, CU besar berprestasi ini juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada anggota dan indeks pembangunan manusia (IPM) Kalimantan Barat.
Hal tersebut mengemuka dalam pembukaan RAT XXXVIII CUPK Tahun Buku 2025 di Aula Sejati, Pontianak Kalbar, 23 Februari 2026. Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan hadir langsung membuka acara tersebut.
Mengusung tema “Sinergisitas dan Akselerasi Pertumbuhan” acara dihadiri sekitar 1.000 orang anggota dan sejumlah tamu undangan antara lain Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih yang diwakili Tenaga Ahli, James M. Purba; pejabat dinas koperasi Kota Pontianak dan Provinsi Kalbar, anggota Koperasi Primer di Puskop CU Borneo, dan mitra strategis CUPK.
Wagub Kalbar dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas keberhasilan CU di wilayahnya, terutama CUPK yang telah memberi dampak positif peningkatan ekonomi dan sosial anggota. “Pemprov Kalbar mengapresiasi kinerja CUPK yang terus tumbuh dan telah memberdayakan ekonomi dan sosial anggota melalui berbagai aktivitas usaha” ujar Wagub Krisantus.
Per 31 Desember 2025, secara tahunan CUPK mencatatkan pertumbuhan aset tumbuh sebesar 12% menjadi Rp4,008 triliun, Simpanan naik 12% menjadi Rp2,651 triliun, Pinjaman tumbuh 10% menjadi Rp2,837 triliun, dan SHU bersih konsolidasi sebesar Rp11,920 miliar atau tumbuh 68% serta penambahan anggota menjadi 241.308 orang.
Pertumbuhan kinerja finansial tersebut tidak lepas dari dukungan infrastruktur dan jaringan pelayanan yang dimiliki dengan 55 Tempat Pelayanan dan 8 Tempat Pelayanan Kas yang tersebar di 2 kota dan 11 kabupaten di Provinsi Kalbar. Selain itu, dukungan SDM kompeten dan transformasi digital berperan penting dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Wagub juga mengungkapkan kekagumannya atas profesionalitas dan tata kelola CUPK yang tercermin dalam keberhasilan meraih sertifikasi internasional yaitu Sertifikasi ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu Pelayanan dan ISO 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Untuk diketahui, sertifikasi internasional ISO 9001:2015 fokus dalam sistem manajemen mutu yang menjamin kualitas produk dan layanan jasa. Sedangkan ISO 27001:2022 berfungsi memberikan panduan dan kerangka kerja untuk mengelola risiko keamanan informasi, termasuk keamanan data pribadi anggota.
Wagub yang juga merupakan anggota CUPK berharap kontribusi CUPK dan CU lainnya di Kalbar dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar. “Kami berharap seluruh CU di Kalbar, terutama CUPK dapat mendorong IPM Kalbar lebih tinggi pada masa mendatang,” ujar Wagub Krisantus.
Pada kesempatan yang sama, General Manager CUPK, Januarto Budi Assa mengungkapkan, kunci utama pertumbuhan usaha adalah satunya kata dengan perbuatan. “Tahun lalu tema besar kami adalah Tumbuh dan Berbagi. Untuk itu, kami menerjemahkannya melalui inovasi produk dan layanan yang ditopang transformasi digital,” ujar Budi.
Pada tahun ini, tema besar CUPK adalah Sinergisitas dan Akselerasi Pertumbuhan. Budi menegaskan akan mewujudkannya melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Transformasi digital juga akan terus dikembangkan dengan pengayaan fitur-fitur pada aplikasi Repoo maupun KasihPay.
Selain itu, kopdit besar berprestasi ini juga telah melakukan spin off dengan membentuk Koperasi Jasa Sejati yang untuk sementara bergerak dibidang penyewaan Aula Gedung Sejati dan Penginapan. “Ke depan, usaha Koperasi Jasa akan terus kami kembangkan tidak hanya bisnis sewa gedung dan penginapan karena kami sudah memiliki izin sejumlah 26 KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia),” ungkap Budi.
Sementara Ketua Pengurus CUPK Martono mengungkapkan, CUPK siap melanjutkan pertumbuhan berkualitas di tahun “kuda api”, dengan menargetkan pertumbuhan aset menjadi Rp4,703 triliun, pinjaman Rp3,365 triliun, dan SHU sebesar Rp8,043 miliar. Selain itu jumlah anggota juga ditargetkan bertambah menjadi 256.755 orang.
“Melalui sinergi, CUPK mendorong akselerasi pertumbuhan yang tidak hanya mengejar angka, tetapi memastikan pertumbuhan berkualitas, layanan semakin cepat dan tepat; tata kelola semakin kuat, risiko semakin terkendali, serta manfaat ekonomi dan sosial anggota semakin nyata,” tegas Martono.
Tema besar “Sinergisitas dan Akselerasi Pertumbuhan”, menegaskan langkah CUPK untuk terus bertumbuh lebih cepat, lebih sehat, lebih solid, dan lebih berdampak untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Salah satu kunci utama kekuatan CUPK adalah Kelompok Inti (Pokti) yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada anggota. Sampai 31 Desember 2025, CUPK telah memiliki 586 orang yang terdiri dari Pokti Wilayah Basis sejumlah 412 orang, Pokti Fasilitator 84 orang, Pokti Penjaga Kantor 47 dan Pokti Kebersihan 43 orang.
“Pokti ini berperan strategis dalam melayani anggota serta menjadi kawah candradimuka bagi anggota yang ingin menjadi Pengurus atau Manajemen CUPK,” pungkas Martono.





