hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

RAT ke-28 BMT Assyafi’iyah: Menjaga Amanah, Menguatkan Inovasi

Suasana khidmat berpadu optimisme menyelimuti pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXVIII Tahun Buku 2025 KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional di Lampung, Kamis 12 Februari 2026. Mengusung tema “Optimalkan Potensi, Maksimalkan Aksi, Membangun Inovasi untuk Masa Depan Gemilang”, forum tertinggi koperasi ini menjadi ruang pertanggungjawaban sekaligus konsolidasi strategi menghadapi tahun buku berikutnya.

RAT dibuka oleh James M. Purba, Staf Khusus Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi, yang menekankan pentingnya transformasi kelembagaan dan penguatan tata kelola di era digital. Kehadirannya menjadi penegasan bahwa koperasi syariah memiliki peran strategis dalam memperluas inklusi keuangan berbasis nilai-nilai keadilan dan kebersamaan.

 

Amanah Anggota, Fondasi Kedaulatan Koperasi

Ketua Pengurus, Supadin, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa RAT bukan sekadar rutinitas administratif tahunan. Ia menyebut forum ini sebagai jantung demokrasi koperasi—tempat anggota menjalankan kedaulatannya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

“RAT adalah amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Di forum inilah pengurus dan pengawas menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan Tahun Buku 2025 untuk dievaluasi dan disahkan oleh anggota,” ujarnya.

Lebih dari sekadar laporan, RAT juga menjadi momentum refleksi bersama: sejauh mana koperasi hadir memberi manfaat nyata, serta bagaimana strategi diperkuat agar tetap relevan di tengah dinamika ekonomi nasional.

 

Organisasi Solid, Tata Kelola Makin Profesional

Sepanjang Tahun Buku 2025, roda organisasi berjalan dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta regulasi yang berlaku. Struktur kelembagaan tetap mengacu pada keputusan RAT sebelumnya:

  • Rapat Anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi,
  • Pengurus sebagai pelaksana kebijakan strategis,
  • Pengawas sebagai pengawas internal, dan
  • Dewan Pengawas Syariah yang memastikan seluruh aktivitas sesuai prinsip syariah Islam.

Koordinasi internal dilakukan secara berkala, disertai evaluasi rutin untuk menjaga efektivitas dan efisiensi kerja. Supadin menyampaikan bahwa sepanjang 2025 kondisi organisasi berlangsung kondusif dan mampu menopang pertumbuhan usaha koperasi.

Dari sisi administrasi, sistem pencatatan dan pengarsipan dijalankan secara tertib—meliputi administrasi keanggotaan, organisasi, keuangan, hingga dokumen akad pembiayaan. Pembaruan data dilakukan berkala guna menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Konsistensi tata kelola inilah yang menjadi fondasi kokoh bagi ekspansi usaha koperasi.

 

Aset Tumbuh, Permodalan Kian Kokoh

Kinerja keuangan 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Hingga akhir tahun buku, total aset KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional tercatat sebesar Rp224.652.598.793, dengan total permodalan mencapai Rp43.861.203.550.

Komposisi aset terdiri atas:

  • Aset lancar, meliputi kas, simpanan bank, dan piutang pembiayaan anggota;
  • Aset tidak lancar, berupa inventaris dan aset tetap penunjang operasional.

Sementara itu, struktur permodalan bersumber dari:

  • Modal sendiri (simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan SHU), serta
  • Modal luar melalui kerja sama yang sah dan sesuai prinsip syariah.

Supadin menegaskan bahwa pengelolaan aset dilakukan secara hati-hati dan akuntabel. “Kami terus memperkuat struktur permodalan agar kapasitas usaha meningkat dan manfaat bagi anggota semakin optimal,” ujarnya.

Dari sisi volume usaha, target Tahun Buku 2025 sebesar Rp317,50 miliar berhasil dilampaui dengan realisasi Rp329.843.054.017. Capaian ini mencerminkan daya tahan dan daya saing koperasi syariah di tengah tantangan ekonomi.

 

Ekspansi 2026: Tumbuh Terukur, Tetap Prudent

Memasuki 2026, manajemen menetapkan target pertumbuhan yang realistis dan terukur.

  • Jumlah anggota ditargetkan meningkat menjadi 53.251 orang, dari 48.600 anggota pada 2025 (tumbuh 9,57 persen).
  • Target penyaluran pembiayaan sebesar Rp239,8 miliar, naik 10 persen dari realisasi 2025 sebesar Rp218 miliar.
  • Outstanding (OS) pembiayaan diproyeksikan meningkat 10 persen menjadi Rp143,03 miliar dari Rp130,02 miliar pada 2025.

Menariknya, meski pembiayaan dan keanggotaan ditargetkan naik, pendapatan 2026 diproyeksikan sebesar Rp53,39 miliar, atau turun 2,41 persen dari 2025. Penyesuaian ini disebut sebagai langkah realistis untuk menjaga kesehatan keuangan di tengah dinamika ekonomi.

Namun, kabar baik datang dari proyeksi Sisa Hasil Usaha (SHU). Jika pada 2025 SHU tercatat Rp3,70 miliar, maka pada 2026 ditargetkan meningkat 3,45 persen menjadi Rp3,82 miliar.

“Kami ingin pertumbuhan tetap sehat, terukur, dan berkelanjutan. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi pijakan, namun semangat inovasi tidak boleh berhenti,” tegas Supadin.

 

Menatap Masa Depan dengan Optimisme Syariah

RAT ke-28 bukan sekadar penyampaian angka-angka laporan. Ia adalah cermin komitmen dalam menjaga amanah anggota—inti dari gerakan koperasi itu sendiri.

Dengan fondasi kelembagaan yang solid, tata kelola yang profesional, aset yang terus tumbuh, serta arah ekspansi yang jelas, KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional menunjukkan bahwa koperasi syariah bukan hanya bertahan, tetapi terus bertransformasi.

Di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, BMT Assyafi’iyah memilih jalan pertumbuhan yang berhati-hati namun progresif—mengoptimalkan potensi, memaksimalkan aksi, dan membangun inovasi menuju masa depan yang gemilang.

Bagi gerakan koperasi Indonesia, kisah ini menjadi pengingat: ketika tata kelola dijaga, amanah ditegakkan, dan anggota ditempatkan sebagai pusat keputusan, koperasi akan tetap menjadi sokoguru ekonomi rakyat—bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang hidup dan bertumbuh. (Fauzi)

 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate