hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

RAT ke-28 BMT Assyafi’iyah: Aset Tembus Rp224 Miliar, Siap Perkuat Inovasi dan Ekspansi 2026

RAT ke-28 BMT Assyafi’iyah: Aset Tembus Rp224 Miliar, Siap Perkuat Inovasi dan Ekspansi 2026
Ketua Pengurus KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional, Supadin, S.Sos./dok.peluangnews-gema

PeluangNews, Lampung – Suasana khidmat dan penuh optimisme mewarnai Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XXVIII Tahun Buku 2025 KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional. Mengusung tema “Optimalkan Potensi, Maksimalkan Aksi, Membangun Inovasi untuk Masa Depan Gemilang”, forum tertinggi koperasi ini menjadi momentum evaluasi sekaligus peneguhan arah langkah ke depan.

Ketua Pengurus KSPPS BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional, Supadin, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota dan tamu undangan yang hadir. Ia menegaskan bahwa RAT bukan sekadar agenda formal tahunan, melainkan wujud pertanggungjawaban pengurus dan pengawas kepada anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

“RAT ini adalah amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Di forum inilah kami menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengelolaan koperasi selama Tahun Buku 2025 untuk dievaluasi dan disahkan oleh anggota,” ujar Supadin, di Lampung, Jumat (13/2/2026).

Organisasi Solid, Tata Kelola Kian Profesional

Sepanjang Tahun Buku 2025, BMT Assyafi’iyah menjalankan roda organisasi berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta regulasi yang berlaku. Struktur kelembagaan tetap mengacu pada hasil RAT sebelumnya, yakni Rapat Anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, Pengurus sebagai pelaksana kebijakan, Pengawas sebagai pengawas internal, serta Dewan Pengawas Syariah yang memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai prinsip syariah Islam.

Menurut Supadin, koordinasi internal dilakukan secara aktif dan berkala guna memastikan setiap fungsi berjalan efektif dan efisien. Evaluasi rutin juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan kepada anggota.

“Alhamdulillah, selama Tahun Buku 2025 kondisi organisasi berjalan kondusif dan mampu mendukung seluruh kegiatan usaha koperasi,” katanya.

Dari sisi administrasi, BMT Assyafi’iyah menerapkan pencatatan dan pengarsipan yang tertib, mencakup administrasi keanggotaan, organisasi, keuangan, hingga dokumen akad pembiayaan. Pembaruan data dilakukan secara berkala demi menjaga transparansi dan akuntabilitas.

RAT ke-28 BMT Assyafi’iyah: Aset Tembus Rp224 Miliar, Siap Perkuat Inovasi dan Ekspansi 2026
dok.peluangnews-gema

Aset Tumbuh Kuat, Permodalan Semakin Kokoh

Kinerja keuangan BMT Assyafi’iyah menunjukkan capaian yang menggembirakan. Hingga akhir 2025, total aset koperasi tercatat mencapai Rp224.652.598.793. Sementara total permodalan berada di angka Rp43.861.203.550.

Aset tersebut terdiri atas aset lancar—seperti kas, simpanan bank, dan piutang pembiayaan kepada anggota—serta aset tidak lancar berupa inventaris dan aset tetap lainnya yang menunjang operasional layanan.

Permodalan koperasi bersumber dari modal sendiri, yakni simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan sisa hasil usaha (SHU), serta modal luar melalui kerja sama yang sah dan sesuai prinsip syariah.

Supadin menegaskan, pengelolaan aset dan permodalan dilakukan secara hati-hati, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga: RAT Tahun Buku 2025 Pertegas Inovasi dan Partisipasi Anggota

“Kami terus memperkuat struktur permodalan agar kapasitas usaha meningkat dan manfaat bagi anggota semakin optimal,” ujarnya.

Dari sisi capaian usaha, target Tahun Buku 2025 sebesar Rp317.504.974.513 berhasil terlampaui dengan realisasi Rp329.843.054.017.

Ekspansi 2026: Anggota Bertambah, Pembiayaan Naik 10 Persen

Memasuki 2026, BMT Assyafi’iyah mematok target pertumbuhan yang terukur. Jumlah anggota ditargetkan mencapai 53.251 orang, meningkat dari 48.600 anggota pada 2025 atau tumbuh 9,57 persen.

Di sektor pembiayaan, target penyaluran pada 2026 ditetapkan sebesar Rp239.800.000.000, naik 10 persen dari realisasi 2025 yang sebesar Rp218.000.000.000. Target outstanding (OS) pembiayaan kepada anggota dan koperasi lain juga diproyeksikan meningkat 10 persen menjadi Rp143.031.050.688, dari posisi 2025 sebesar Rp130.028.227.898.

Meski demikian, target pendapatan 2026 diproyeksikan sebesar Rp53.398.930.924, atau turun 2,41 persen dibanding pendapatan 2025 sebesar Rp54.716.523.310. Penyesuaian ini, menurut Supadin, merupakan langkah realistis dalam menjaga kesehatan keuangan di tengah dinamika ekonomi.

Di sisi lain, pembagian SHU justru ditargetkan meningkat. Jika pada 2025 SHU tercatat Rp3.701.227.920, maka pada 2026 ditargetkan naik 3,45 persen menjadi Rp3.829.055.803.

“Kami ingin pertumbuhan tetap sehat, terukur, dan berkelanjutan. Prinsip kehati-hatian tetap menjadi pijakan, namun semangat inovasi tidak boleh berhenti,” tegas Supadin.

RAT ke-28 BMT Assyafi’iyah ini, bukan sekadar laporan angka-angka, melainkan cerminan komitmen BMT Assyafi’iyah dalam menjaga amanah anggota. Dengan fondasi kelembagaan yang solid, aset yang terus tumbuh, dan arah ekspansi yang jelas, koperasi syariah ini menatap masa depan dengan optimisme—mengoptimalkan potensi, memaksimalkan aksi, dan membangun inovasi menuju masa depan yang gemilang. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate