hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Ramadhan 2026: Sektor Mamin Tumbuh 6,38 Persen

Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perindustrian Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (25/2).

PeluangNews, Jakarta – Dinamika ekonomi selama bulan suci Ramadhan kembali memberi dorongan signifikan bagi sektor industri nasional. Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap makanan dan minuman, tekstil, serta pakaian jadi menjelang Hari Raya Idul Fitri menciptakan perputaran usaha yang kuat, terutama di kalangan pelaku usaha mikro dan kecil.

Momentum musiman ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui peningkatan konsumsi produk dalam negeri.

“Ramadhan selalu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat. Peningkatan kebutuhan selama bulan suci ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kinerja sektor industri nasional,” kata Inspektur Jenderal M. Rum saat membuka Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perindustrian Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (25/2).

Sepanjang 2025, sektor industri pengolahan menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kokoh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan tumbuh sebesar 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,11 persen. Capaian ini menandai kembalinya industri pengolahan sebagai motor utama perekonomian nasional, setelah terakhir kali terjadi pada 2011.

Kontribusi sektor ini terhadap perekonomian juga terus meningkat. Pada 2025, industri pengolahan menyumbang 19,07 persen terhadap ekonomi nasional atau setara Rp4.541,52 triliun. Dari sisi perdagangan luar negeri, industri pengolahan nonmigas mencatatkan ekspor sebesar USD227,1 miliar atau 80,27 persen dari total ekspor nasional, dengan surplus neraca perdagangan mencapai USD38,91 miliar.

“Dengan meningkatnya permintaan kebutuhan rumah tangga pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri ini, saya dapat mengatakan bahwa Ramadhan selalu membawa berkah tersendiri bagi industri nasional,” tegasnya.

Dalam menghadapi lonjakan permintaan tersebut, Kementerian Perindustrian memastikan kesiapan sektor industri, khususnya produsen barang kebutuhan pokok. Industri makanan dan minuman sepanjang 2025 mampu tumbuh sebesar 6,38 persen. Subsektor ini memberikan kontribusi 41,26 persen terhadap industri pengolahan nonmigas dan 7,13 persen terhadap perekonomian nasional, didorong oleh permintaan domestik dan ekspor yang kuat.

Industri tekstil dan pakaian jadi juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,55 persen pada 2025, dengan kontribusi 5,59 persen terhadap industri pengolahan nonmigas. Hal ini mencerminkan daya saing dan kapasitas industri dalam negeri yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kementerian Perindustrian menilai Bazar Ramadhan memiliki peran strategis sebagai wadah interaksi ekonomi sekaligus sarana memperkuat kecintaan terhadap produk dalam negeri. Melalui kegiatan ini, distribusi produk industri nasional dapat diperluas dan lebih tepat sasaran, sehingga masyarakat memperoleh akses terhadap produk yang beragam, berkualitas, dan terjangkau, sekaligus memperkuat permintaan domestik.

“Bazar Ramadhan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bagian dari upaya kolektif untuk memperkuat penggunaan produk dalam negeri, sehingga industri nasional dapat terus tumbuh dan berdaya saing,” ujar Irjen.

Perwakilan Ketua DWP Kemenperin Lusi Taufiek Bawazier menyampaikan bahwa Bazar Ramadhan DWP Kemenperin Tahun 2026 diikuti oleh 69 booth dan didukung 32 sponsor. Beragam produk industri dalam negeri dihadirkan, mulai dari fashion, makanan dan minuman, perbankan, elektronika, otomotif, hingga produk kosmetika, parfum, dan peralatan makan.

“Kami berharap agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta dan pengunjung, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan industri dalam negeri melalui peningkatan konsumsi produk nasional,” katanya.

Tahun ini, bazar DWP Kemenperin mengusung tema “Belanja Berkah Produk Pilihan untuk Menjaga Industri Dalam Negeri” dan berlangsung selama tiga hari, 25 hingga 27 Februari 2026, di Plasa Industri Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Momentum Ramadhan kembali menegaskan perannya sebagai penggerak konsumsi domestik yang mampu memperkuat fondasi industri nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate