“Museum Rekor Dunia Indonesia menobatkan Kopsyah BMI sebagai Koperasi Pelopor Program Hibah Rumah Siap Huni dan menganugerahi Kamaruddin Batubara sebagai Penggagas Program Hibah Rumah Siap Huni Melalui Koperasi”.
Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) secara konsisten menjalankan program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) kepada anggota dan masyarakat yang membutuhkan. Setidaknya sudah 300-an orang yang tersenyum bahkan menangis terharu mendapatkan hibah rumah dari Koperasi terbesar di Banten tersebut.
Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengapresiasi aksi kepedulian sosial program HRSH dengan menganugerahkan dua penghargaan yaitu kepada Kopsyah BMI sebagai Koperasi Pelopor Program Hibah Rumah Siap Huni dan Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Kopsyah BMI sebagai Penggagas Program Hibah Rumah Siap Huni Melalui Koperasi. Penghargaan ini merupakan salah satu pencapaian yang membanggakan karena tidak banyak koperasi yang mendapatkannya.
Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara mengatakan penghargaan ini berkat militansi anggota dan semangat gotong royong yang tak pernah luntur. “Alhamdulilah, ini semua karena dukungan anggota yang selalu mengembangkan sikap tolong menolong dan bergotong royong yang merupakan salah satu prinsip berkoperasi,” ujar Kambara dalam sambutan penyerahan rekor MURI di acara peresmian HRSH ke 300 di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Banten.
Bagi Kambara, pria kelahiran Desa Bangkelang, Batang Natal, Mandailing Natal Sumatera Utara itu, program HRSH memiliki sejarah tersendiri. Dulu, saat masih tinggal di kampung halamannya, Kambara menyaksikan sendiri pembangunan rumahnya dibantu oleh para tetangganya. Memori itu terus mengendap hingga Ia dipercaya sebagai orang nomor satu di Koperasi BMI.
Semangat tolong menolong (Ta’awun) dan bergotong royong dari tanah kelahirannya bertemu dengan spirit transendental Islam yang diyakininya, yakni dorongan untuk bersedekah kepada sesama. Dalam Al Quran Surat Al Maidah Ayat 2, Allah memerintahkan umat-Nya untuk tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, dan dilarang tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.
Titik singgung sosio-historis dan teologis ini yang kemudian mendorong Kopsyah BMI untuk menelurkan program HRSH. ”Ini pengalaman pribadi saya, rumah saya di kampung dibantu oleh tetangga-tetangga saya. Semuanya saling bergotong royong. Inilah yang menginspirasi saya mengagas HRSH hingga sampai ke 300. Pesannya adalah jangan berhenti berbuat baik. Ini lah gerakan koperasi, dan tidak akan ada koperasi besar jika ada anggota nya susah. Kalau ada yang susah itu bukan koperasi, itu kuperasi,” ujar Kambara.
Untuk diketahui, Kopsyah BMI menggulirkan program HRSH sejak 2015, dengan membangun 8 unit rumah. Pada tahun keduam jumlahnya naik menjadi dua kali lipat yakni 16 unit rumah. Selanjutnya, pada 2017 meningkat menjadi 41 unit.
Pada 2018, program HRSH mendapatkan dukungan positif dari Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar karena beririsan dengan program Pemkab Tangerang yaitu Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis). Pada 2018, Kopsyah BMI membangun 75 unit rumah. Kemudian, pada 2019, Kopsyah BMI membangun 100 unit HRSH. Jumlah ini merupakan angka pembangunan HRSH terbesar sebelum akhirnya pandemi melanda di awal 2020.
Hebatnya, tekanan pandemi tidak menghentikan program HRSH. Tercatat, di tengah kondisi yang cukup sulit, Kopsyah BMI tetap membangun 43 unit HRSH. Sebaran program HRSH tidak hanya sebatas Provinsi Banten tetapi juga meluas hingga Kabupaten Bogor seiring dengan perluasan jaringan kantor cabang.
Kambara menambagkan, pada tahun ini Kopsyah BMI menargetkan pembangunan 121 unit rumah. “Kami akan terus melanjutkan HRSH sebab koperasi yang baik dan benar tidak hanya membesarkan badan usahanya saja, melainkan membangun kemaslahatan umat,” tegas Kambara.
Apresiasi Kemenkop UKM
Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi keberhasilan Kopsyah BMI meraih penghargaan MURI. ”Lewat rekor ini, Kopsyah BMI menjadi suri tauladan bagi koperasi lain dan bagi seluruh angotanya. Hingga kini BMI tetap istiqomah, senantiasa memberikan manfaat baik kepada anggota dan masyarakat. Hari ini telah ditunjukkan wujud nyata kepedulian Kopsyah BMI terhadap aspek sosialnya untuk kesejahteraan masyarakat. Sekali lagi saya ucapkan selamat,” ungkap Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM RI Ahmad Zabadi yang turut hadir dalam pemberian Rekor MURI tersebut,
Peningkatan program sosial Kopsyah BMI, kata Zabadi, berkat militansi anggotanya untuk mewujudkan ekonomi gotong royong. “Saya lihat Kopsyah BMI tumbuh dan besar bersama anggotanya. Tidak tumbuh sendirian. Inilah yang seharusnya terjadi. Semoga BMI bisa menjadi motor penggerak pembangunan bangsa,” tambahnya.
Harapan yang disematkan kepada Koperasi BMI untuk menjadi motor penggerak pembangunan tidaklah berlebihan. Selama ini Koperasi BMI senantiasa hadir untuk memberi solusi kepada anggota dan masyarakat. Sehingga tidak heran, jika anggota pun memiliki militansi yang tinggi kepada koperasi. Dukungan dari anggota ini merupakan modal berharga bagi BMI untuk mewujudkan pemerataan ekonomi.
Senada dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Sekretasis Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang, Arif Didi Rohidi juga mengapresiasi keberhasilan Kopsyah BMI meraih rekor MURI. Ia memberi sSelamat kepada Kopsyah BMI atas penganugerahan rekor MURI tersebut dan mengajak kepada seluruh anggota untuk meningkatkan rzakat, infaq, sedekah dan wakaf karena Kopsyah BMI ini dikelola secara profesional,








