hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Rahsa Nusantara, Melesat di Tengah Pandemi

BANDUNG—-Rahsa Nusantara, sebuah produsen jamu racikan yang dikemas dengan cara kekinian menikmati berkah di tengah pandemi Covid-19. Produsen minuman sehat bahkan mendapat banyak permintaan dan terus berupaya memenuhi kebutuhan pelanggannya.

Ayu Budiyanti, owner Rahsa Nusantara (bersama suaminya Hatta Kresna) menyampaikan, kini pihaknya  malah menambah tenaga kerja dan memutuskan mempekerjakan tenaga kerja dari beberapa perempuan yang termarjinalkan.

Selama 2020, produk kami semakin bertambah dan mencakup beberapa kategori, seperti jamu  “Ready-to-Drink” atau siap untuk diminum langsung, jamu konsentrat, masker badan, hingga sekarang ada bumbu dasar dan sambal,” ujar Ayu melalui WhatsApp, Jumat (25/9/20).

Ayu mencatat, setiap hari berkisar 500 hingga 1.000 pieces per hari. Namun kapasitas produksi bisa mencapai lima pieces per hari dengan kekuatan 30-40 karyawan.  Jangkauan produk Rahsa Nusantara mencakup seluruh Indonesia.

Bahkan pada 2020 ini sejumlah produk baru diluncurkan, di antaranya  Sadajiwa  diluncurkan dalam Februari Kemudian dilanjutkan dengan  Rasana Bumbu  pada Maret.

“Kami juga meluncurkan varian Rasana Bumbu edisi spesial atau khusus seperti: Rasana Sambal Goreng dan Rasana Bumbu Opor pada bulan Ramadan, lalu Rasana Tongseng pada Idul Adha , Jagadswasa – Juni, Prayaguna – Juli, Sari Kunyit Asam-Juli, hingga Rasana Sambal pada September ini,” ungkap Ayu.

Awal Bisnis

Suami- istri, Ayu dan Kresna datang latar belakangnya pendidikan teknik. Ayu anak Teknik Industri berminat ke arah marketing dan membangun sebuah brand. Sementara Kresna anak Teknik Elektro yang senang membangun sebuah sistem dan melakukan food lab sehingga terciptalah berbagai varian minuman dan suplemen hasil riset dan lab dari Kresna.

Keduanya sejak kuliah sama-sama telah membangun bisnis bersama, mulai dari marketplace baju bekas hingga wedhangan di jalan Fatmawati Jakarta sejak 2011. Kemudian pada 2014 mereka hijrah ke Bandung  dan memulai bisnis jamu kekinian, namun butuh perjuangan, serta riset dan sempat tidak diterima pasar.


Ternyata memang ada komunikasi yang terputus antara Mbok Jamu dan pelanggannya. Jika dahulu pelanggan membeli jamu langsung, sendiri memanggil dan bertemu Mbok Jamu, sekarang ART maupun satpam yang bertatap muka membelikan jamu tersebut untuk majikannya.

Sedangkan, para Ibu Rumah Tangga dan para wanita karir, yang dulunya cenderung meminum jamu untuk kesehatan lebih sering “nongkrong” di restoran, kafé, dan kantor mereka.

“Berawal dari hal tersebut, kami  memulai bisnisnya dengan membuat jamu botolan, “Ready-to-Drink”. Produk awal  Kunyit Asam, Bir Pletok, Teh Rempah, dan Asam Jawa. Awal distribusi dimulai dari kanal yang memang menjadi tempat komunitas/perkumpulan ibu-ibu tersebut, seperti kafé, supermarket, dan area dekat perkantoran,” papar Ayu lagi.

Ke depan Rahsa Nusantara sedang menyiapkan suplemen kesehatan kecantikan dari dalam yang akan segera diluncurkan.

“Ada beberapa produk lainnya yang memang kami masih terus ujicoba hingga menurut kami layak untuk disebarluaskan,” pungkas Ayu, seraya menyatakan nili-nilai usahanya pemberdayaan perempuan,  kearifan lokal,  hingga hidup berkesadaran (Van).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate