MAUMERE—Wakil Ketua Inkopdit Wara Sabon Dominikus menyampaikan dari jumlah anggotanya mencapai sekitar 484.400 anggota perorangan dan dari jumlah sudah menjadi Puskopdit pertama di Indonesia.
Dari 35 Kopdit Primer yang menjadi anggota, terdapat dua Kopdit mausk 10 besar koperasi besar Indonesia, yaitu KSP Pintu Air pada urutan pertama dan Kopdit Obor Mas pada urutan keenam.
Dengan masuk menjadi 2 dari 10 koperasi terbesar di Indonesia tentu saja sangat membanggakan Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) serta GKKI Provinsi NTT.
“Dari Timur matahari terbit, demikian juga dari Timur GKKI berkembang dan memberi warna,” ucap Wara dalam sambutannya pada acara RAT Puskopdit Swadaya Utama Maumere ke 30 Tahun Buku 2020.
Sementara Wakil Bupati Sikka sekaligus tokoh koperasi Indonesia Romanus Woga menyampaikan digitalisasi koperasi sangat diperlukan dan mengikuti perkembangan zaman yang begitu pesat.
Pada kesempatan yang sama Ketua Puskopdit Swadaya Utama Aleksius Bertholomrus mengharapkan agar para pengurus, pengawas dan manajemen untuk tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi harus bersama.
“Kebersamaanlah yang membuat Puskopdit Swadaya Utama masih bisa bertahan hingga saat ini. Mari kita saling bekerja sama agar apa yang menjadi tujuan kita yaitu mensejahterakan masyarakat dapat tercapai,” ungkap Lexi, sapaan akrabnya.
Ketua Panitia Penyelenggara yang sekaligus General Menejer Puskopdit Swadaya Utama Fransiskus de Fransu mengatakan RAT itu diikuti 90 orang peserta yang merupakan perwakilan dari beberapa Kopdit Primer.
Sementara kata dia untuk mengikuti instruksi dari Mentri Koperasi dan UMKM RI terkait Spin Off kini Puskopdit Swadaya Utama telah mendirikan PT. Swadaya Utama Bersama yang akan memproduksi beberapa jenis Produk.
Diantaranya 1). Hand Sanitizer, yang telah diproduksi dan sementara mengurus izin dari BPOM dan izin Halal, 2). Saos Tomat dan Sambal, 3). Sabun Cuci Tangan Cair, 4). Sabun Mandi, 5). Sabun Cuci Piring, 6). Minuman Moke,7). Cuka dan 8). Coklat.
“Kita berencana semua produk yang akan diproduksi targetnya hanya untuk memenehui kebutuhan masyarakat lokal dan kalau memang permintaan pasar tinggi maka akan didistribusikan ke seluru NTT hingga Indonesia,” ungkap Fransiskus.
Saat ini katanya, Puskopdit Swadaya Utama mendapatkan Predikat Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP) dari lembaga Kantor Akuntan Publik serta mendapatkan nilai keuangan Sehat dari Inkopdit.
“Saya berharap agar pencapaian ini tetap bisa dipertahankan dan menjadi motivasi kepada seluruh jajaran pengurus, pengawas dan manajemen untuk bekerja lebih sunggu,” pungkasnya (Nivan).








