
PeluangNews, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong langkah strategis terpadu untuk mempercepat pemulihan UMKM terdampak bencana banjir di wilayah Sumatra, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Pemulihan UMKM pascabencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Pendekatannya harus terpadu, menghubungkan kembali sisi produksi (supply) dan permintaan (demand) secara bersamaan,” ujar Menteri Maman usai Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Jakarta, Kamis (15/1).
Dari sisi produksi, Kementerian UMKM mendorong reaktivasi UMKM terdampak melalui skema penyelamatan usaha, mulai dari restrukturisasi dan relaksasi kredit perbankan. Bentuknya mencakup penundaan pembayaran hingga penghapusan utang bagi pelaku usaha yang terdampak paling berat.
Pemerintah juga menyiapkan skema top-up atau tambahan modal kerja dengan bunga nol persen pada tahun pertama. Pada tahun kedua, bunga direncanakan mulai diberlakukan secara ringan di kisaran 2–3 persen untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Selain itu, Menteri Maman mengusulkan pemberian Bantuan Presiden untuk Rehabilitasi dan Pemulihan Usaha Mikro bagi kelompok UMKM ultramikro yang belum terjangkau layanan perbankan. Bantuan akan diberikan dalam bentuk dana langsung untuk membeli kembali peralatan produksi.
Baca Juga: Kemendag Pulihkan Pasar Kuala Simpang Pascabanjir Aceh Tamiang
“Dengan bantuan ini, UMKM bukan hanya bisa memulai usaha kembali, tetapi juga memiliki daya beli. Supply dan demand bisa bergerak seimbang,” katanya.
Untuk memperkuat sisi permintaan, Kementerian UMKM akan mengonsolidasikan seluruh platform e-commerce nasional agar membuka laman khusus produk UMKM dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Laman tersebut juga dirancang sebagai sarana belanja sekaligus kanal donasi publik.
“Masyarakat dapat membantu tidak hanya lewat donasi, tetapi juga dengan membeli produk saudara-saudara kita di daerah terdampak. Ini wujud gotong royong jangka panjang,” ujar Maman.
Ia menambahkan, hingga Maret 2026 fokus pemerintah diarahkan pada pemetaan dan pendataan UMKM terdampak secara komprehensif, sebelum dilanjutkan dengan intervensi langsung berbasis data tervalidasi.
“Ini bukan sekadar memulihkan, tetapi membangun UMKM Sumatra yang lebih kuat, tangguh, dan berdaya saing ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Pelaksana Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menegaskan pentingnya percepatan pemulihan sektor ekonomi dan pangan di daerah terdampak.
Tito menginstruksikan tim bidang ekonomi dan pangan—yang melibatkan Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perdagangan, Menteri UMKM, serta Menteri Ekonomi Kreatif—untuk bergerak cepat memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pemulihan ekonomi daerah harus menjadi prioritas, terutama dengan mengoptimalkan komoditas unggulan seperti kopi dan cabai. Jika rantai produksi dan distribusi tidak segera pulih, daya beli masyarakat bisa turun dan harga berpotensi naik,” ujar Tito.
Menurutnya, kebangkitan sektor produktif lokal menjadi kunci agar roda ekonomi kembali berputar dan pemulihan pascabencana berjalan berkelanjutan. (Aji)








