JAKARTA-—PT
Kereta Api Indonesia (KAI) merilis bahwa
perseroan ini optimistis mampu membukukan
laba sebesar Rp1,8 triliunhingga akhir 2019 sebesar Rp 1,8 triliun. Indikasinya
hingga Semester I 2019 laba yag tercatat Rp1,2 triliun.
“Kami yakin mampu mengejar target laba Rp 1,8 triliun,” kata Direktur Keuangan
KAI Didik Hartanto saat ditemui usai Konferensi Pers Investor Gathering
Obligasi II KAI di Jakarta, Senin (11/11/19).
Dalam kesempatan sama Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengungkapkan kinerja
keuangan dan operasi masih bagus hingga saat ini. Misalnya tidak terjadi masalah pada puncak
liburan, seperti Lebaran dan Natal-Tahun Baru.
Edi mengaku pihaknya terus mengevaluasi kinerja keuangan sebelum tutup tahun di mana biasanya kenaikan laba bersih di kisaran 22-23 persen.
“Ini belum tutup tahun
tapi kami selalu evaluasi biasanya kinerja keuangan laba bersihnya naik sebesar
22,23 persen. Angkanya belum ketutup. Kalau pada 2018 mencapai Rp1,2 triliun. Diharapkan November akhir kita
sudah hitung,” katanya.
Selama lima tahun terakhir dari 2014 hingga 2018, KAI mencatatkan pertumbuhan
pendapatan dengan Compound
Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25,5 persen dan rata-rata
pertumbuhan laba bersih dengan CAGR sebesar 22,3 persen.
Laporan posisi keuangan, KAI menunjukan peningkatan jumlah aset dengan CAGR
20,1 persen serta diiringi pertumbuhan ekuitas dengan CAGR sebesar 30,2 persen.
Pada posisi akhir semester I Tahun 2019 total aset KAI mencapai Rp41,2 triliun.
KAI juga mampu mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 5,84 persen,
pertumbuhan total liabilitas sebesar 7 ,1 persen dan pertumbuhan total ekuitas
sebesar 4,4 persen.
Jika dibandingkan dengan periode 30 Juni 2018, KAI mampu meeraup pertumbuhan
pendapatan sebesar 14,31 persen dan pertumbuhan laba bersih hingga 54,39
persen.








