Pada saat pandemi Covid-19 ini, sebagian besar bisnis berfokus mempertahankan usaha. Bukan waktunya memikirkan keuntungan, kecuali bisnis produk kesehatan, kebersihan dan bahan pangan.
STRATEGI pemasaran yang paling efektif adalah riding the moment, menunggangi momentum yang tengah viral di masyarakat. Dewasa ini, pandemi Covid-19 adalah momen yang mencekam, skalanya mendunia. Dalam konteks ini, riding the moment brosur berikut menawarkan cara pandang unik yang kreatif. Sebuah penerapan strategi marketing cerdas dari bisnis nasi kucing.
Saat event Piala Dunia 2010, ada ‘seporsi’ nasi bungkus dengan lauk seadanya dan harga murmer. Istilah nasi kucing akrab di telinga wisatawan atau siapa saja yang pernah ke Yogyakarta. Kandungannya nasi secukupnya (cukup dimakan empat-lima sendok makan), sambal, sejumput mie instan, seiris telor dadar, dan seiris tempe/tahu. Atau bisa dikombinasikan dengan lauk yang lain, misal ikan pindang. Harganya empat-lima ribu rupiah.
Isi lengkap brosurnya sebagai berikut: Makanan Resmi Piala Dunia 2010: Meong Rice (Nasi Kucing), 1.000% halal. (Enak’e 6,8 Skala Richter). Awas barang tiruan! Merek terdaftar.
Ingridients: Nasi pulen Top: 60%, Lalapan/sayur: 10%, Sambal gurih: 5%, Ikan teri/pindang: 10%, Lauk lain: 15%, Sendok & tissue: 5%, Total: 105% (spesifikasi bisa berubah sewaktu-waktu tanpa permisi anda terlebih dahulu). Harga resmi: Rp2.999 (luar negeri tambah ongkos kirim); Berat bersih: 200 gram (sebelum dimakan).
Setelah itu, masih ada kolom kotak tentang peringatan pemerintah: “Tidak cocok untuk bayi. Makan nasi kucing bisa menyebabkan kenyang, keringetan, ketagihan dan bikin kucing iri. Bila lapar berlanjut, segera hubungi warung terdekat.” Ditambah dengan kolom kotak Aturan Makan, yang berbunyi: “(mengacu pada standar WHO), buka dulu bungkusnya, katakan meong 2 x, baru dimakan. Kunyah 32 kali kemudian telan pelan-pelan. Minum air yang banyak bila tersedak atau kepedasan.
Masih banyak tulisan lucu (tapi benar) lainnya, seperti : Javanese Meong Rice are cooked exclusively with the latest Germany Technology and approved by FDA, FBI and CIA (USA). No any cats inside (Swear!) Very highly save for human. Di akhir brosur dituliskan nama produsennya, yakni : PT Meong Food Industries Tbk, under license from NV. Garong Cats-Germany…
Niat Positif. Dalam brosurnya, PT. Meong Food selaku produsen nasi kucing menginformasikan produknya selengkap-lengkapnya, dengan bahasa yang sangat menggelitik pembacanya.
Strategi pemasaran saat dunia dilanda pandemi tidak mesti dalam iklan disebutkan nama virusnya. Penyebutan itu hanya akan menaikkan stres. Biarkan konsumen cukup mendengarnya lewat berita. Lalu, bahasa seperti yang layak digunakan untuk pemasaran produk?Di saat orang-orang umumnya gugup dan takut, pekalah terhadap kondisi pikiran mereka. Ekstra hati-hatilah menggunakan kata-kata, nada dan cara komunikasi pemasaran.
Manfaatkan bahasa yang lebih sopan dan mengedepankan empati. Ingatlah kita juga bagian dari mereka yang cemas. Laksanakan keberhati-hatian itu karena kita peduli. Tunjukkan apa yang bisa kita sumbangkan untuk komunitas. Meski bisnis identik dengan kalklulasi keuntungan, jangan pernah meremehkan kekuatan niat baik dalam mindset anda sebagai pebisnis.
Pemasaran itu bukan sekadar menjual produk. Pemasaran yang efektif justru terletak pada bagaimana konsumen akan terus mengingat merek dari produk yang kita pasarkan. Fokuskan pada brand awarenes, bukan pada selling product. Kelak, saat pandemi corona berakhir, anda akan memanen hasil dari apa yang dikampanyekan hari ini.●(Nay)








