
PeluangNews, Jakarta – Upaya mempercepat regenerasi petani terus dilakukan pemerintah dengan melibatkan generasi muda dalam berbagai program pembangunan sektor pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan di masa depan.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus mendorong keterlibatan anak muda melalui sejumlah program strategis, mulai dari pengembangan Brigade Pangan hingga dukungan sarana produksi pertanian. Program tersebut juga mencakup bantuan benih, pupuk, hingga akses pembiayaan bagi generasi muda yang ingin mengembangkan usaha di sektor pertanian.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menerima audiensi sejumlah organisasi mahasiswa dan pelajar di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (13/3).
Dalam pertemuan itu hadir perwakilan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, dan Pelajar Islam Indonesia yang menyampaikan berbagai usulan penguatan program pertanian di daerah.
Mentan Amran mengajak generasi muda memanfaatkan berbagai program dukungan pemerintah yang telah disiapkan untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian.
“Teman-teman yang masih muda, kalau ada orang tua, sepupu, atau keluarga yang punya lahan, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Silakan anak muda gunakan kesempatan ini. Negara sudah menyiapkan anggaran untuk membantu,” ujar Amran.
Ia menambahkan berbagai komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa, kopi, lada, hingga pala memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh generasi muda dengan dukungan program pemerintah.
“Silakan tanam kakao, kelapa, kopi, lada, pala, atau komoditas lainnya. Anggarannya sudah ada, biaya tanam hingga pengelolaan disiapkan negara. Anak muda silakan manfaatkan momentum ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, organisasi pelajar dan mahasiswa juga menyampaikan berbagai usulan penguatan program pertanian di sejumlah daerah.
Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia, Amsal Alfian menilai berbagai program Kementerian Pertanian saat ini telah membuka ruang luas bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan sektor pangan.
“Kementerian Pertanian hari ini sangat berpihak terhadap anak muda. Kami mengucapkan terima kasih dan berharap ke depan dukungan ini terus berlanjut,” ujar Amsal.
PII juga mengusulkan pembentukan Brigade Pangan baru di Aceh Barat, Aceh Jaya, serta Kabupaten Ogan Komering Ilir. Selain itu, organisasi tersebut mendorong dukungan alat mesin pertanian seperti traktor serta pengembangan usaha ayam petelur guna memperkuat kemandirian pangan daerah.
Sementara itu, Sekretaris Umum IPNU, Agus Suherman Tanjung menyampaikan bahwa organisasinya juga mendorong penguatan Brigade Pangan yang saat ini telah dikembangkan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan melalui program Brigade Pangan Gantara–Garuda Nusantara.
IPNU juga mengusulkan pengembangan Brigade Pangan di sejumlah wilayah lain serta dukungan sarana produksi pertanian seperti bibit jagung, padi, kelapa, dan kakao bagi kelompok tani yang melibatkan kader organisasi.
Di sisi lain, Ketua Pengurus Pusat PMKRI, Susana Florika Marianti Kandaimu menyampaikan dukungan terhadap agenda penguatan kedaulatan pangan nasional melalui pengembangan kapasitas generasi muda.
PMKRI juga mengusulkan dukungan alat mesin pertanian berupa satu unit traktor sebagai proyek percontohan yang rencananya akan ditempatkan di wilayah Papua.
Menanggapi usulan tersebut, Mentan Amran menyatakan bahwa Kementerian Pertanian terbuka untuk mendukung pengembangan proyek percontohan tersebut sebagai langkah awal mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian.
“Kalau pilot project ini berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat, tentu bisa kita kembangkan di wilayah lain. Anak muda harus diberi ruang untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjadi penggerak sektor pertanian,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi pelajar dan mahasiswa, Kementerian Pertanian optimistis regenerasi petani dapat berjalan lebih cepat sekaligus memperkuat fondasi menuju ketahanan pangan nasional.








