JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendesak agar seluruh pasokan oksigen diperuntukan memenuhi kebutuhan medis. Saat ini katanya oksihen dibutuhkan menangani meningkatnya kasus Covid-19.
Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan, terjadi kenaikan permintaan oksigen menjadi lima kali lipat.
“Kita nikin konversi oksigen industri seluruhnya dialihkan ke farmasi. Dengan demikian kebutuhan akan terpenuhi,” ucap Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/7/21).
Dalam keterangan itu disebutkan bahwa rapat koordinasi, Minggu (4/7/21) dia meminta Kementerian Perindustrian agar mencatat kebutuhan oksigen secara rapi. Kementerian Perindustrian memerintahkan agar para produsen gas oksigen sudah 100 persen diwajibkan untuk menggeser produksi oksigennya ke oksigen medis.
Melalui kewajiban tersebut, bisa didapat 1.700 ton oksigen per hari nasional, di mana 1.400 ton di antaranya digunakan untuk Pulau Jawa. Industri oksigen kecil juga sudah mulai dikerahkan juga untuk mengkonversi produksi gas oksigennya ke oksigen farmasi.
Selain itu, beberapa perusahaan juga ikut mengirimkan Iso Tank untuk penanganan pasokan oksigen. Tercatat, ada 21 unit kapasitas 20 ton Iso Tank dari IMIP Morowali akan tiba di Tanjung Priok pada Selasa (6/7/21).
Sementara 5 unit Iso Tank dari Balikpapan (merupakan Iso Tank baru) yang akan tiba pada Jumat (9/7) di Pelabuhan Tanjung Priok. Sedangkan 4 unit 20 feet dari Pertamina (ex LNG perlu dibersihkan) sedang dalam perjalanan dari Belawan kira-kira empat hingga lima hari perjalanan laut.
Terakhir, akan ada tambahan 3 ton oksigen cair per hari dari Krakatau Steel, Cilegon. Demikian pula pasokan dari PT Matesu Abadi dari Qingdao juga direncanakan tiba di Surabaya pada Sabtu (10/7) dengan 2.300 tabung kecil berkapasitas 1 meter kubik.
Beberapa industri oksigen seperti Samator Group, LINDE Indonesia, Petrokimia Gresik, Air Products Indonesia, Air Liquide Indonesia, dan Iwatani Industrial Gas Indonesia menyatakan komitmennya untuk memasok oksigen medis di Pulau Jawa jika ditotal mampu mencapai 1.315 ton per hari.








