SALATIGA-–Primer Koperasi Produsen Tahu-tempe (Primkopti) Handayani Salatiga membuka toko daring (online) untuk membantu memasarkan produk pelaku UMKM berbasis kedelai yang menjadi anggotanya.
Ketua Primkopti Salatiga Sutrisno Supriantoro menyampaikan, penjualan daring ini untuk mengikuti perkembangan zaman. Ini sekaligus sebagai upaya agar Primkopti Salatiga ini tetap eksis dan bertahan di tengah pandemi yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini.
“Primkopti Salatiga ini membina para UMKM dengan produk berbagai olahan berbahan dasar kedelai. Selain penjualan konvensional, kami memulai menjual online agar jangkauan pemasarannya lebih luas,” kata Sutrisno di sela-sela peringatan HUT ke-42 Primkopti Handayani Salatiga, di kantornya, Sabtu (11/12/21).
Pada puncak acara peringatan HUT ke-42 Primkopti Handayani ini juga dilakukan memberi santunan kepada 52 anak yatim, dan tali asih kepada anggota Kopti yang kurang mampu. Acara juga dimeriahkan bazar dan lomba olahan berbasis kedelai dan makan bersama tempe dan tahu.
“Pandemi memberi dampak bagi perajain tahu dan tempe sehingga tidak bisa melanjutkan produksi. Sebab, harga kedelai yang mahal membuat perajin kesulitan mengambil untung,” tambahnya.
Sedangkan harga tempe sulit dinaikkan karena konsumen menjadi tidak mau membeli tempe lagi. Setidaknya ada 20 persen anggota Primkopti Handayani Salatiga yang tidak berproduksi lagi.
Dia berharap situasi normal, pandemi selesai dan para perajin bisa bangkit,” ucapnya.
Dia bersyukur Primkotpti Salatiga masih bisa bertahan di tengah kesulitan pandemi Covid-19 selama ini. Sebagia catatan, Primkopti Handayani ini barus saja mendapatkan pengesahan legalitas atas perubahan AD/ART dari Kemenkumham.
“Eksistensi koperasinya sekarang ini tidak lepas dari komitmen semua anggota untuk bersama-sama untuk maju. Kita harus melakukan perubahan dan mengikuti perkembangan zaman. Termasuk memasukkan generasi muda menjadi anggota dan pengurus guna regenerasi,” tutupnya.





