Keberpihakan pemerintahan baru kepada koperasi nantinya dapat dilihat dari politik anggaran dalam APBN dan penunjukan Menteri Koperasi dan UKM. Saatnya, orang koperasi berprestasi tampil memimpin perkoperasian.
Peluangnews – Gelaran pesta demokrasi 2024 untuk memilih presiden dan wakil rakyat di DPR/DPRD telah usai. Siapa pun pemenangnya, pegiat koperasi berharap kepemimpinan baru jangan menganaktirikan koperasi sebagai lembaga sokoguru ekonomi. Ini ditegaskan oleh Yakobus Jano, Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Nusa Tenggara Timur.
Menurut Jano, koperasi memiliki aspek historis dalam perjalananan bangsa. Selain itu, dengan sebarannya hingga ke pelosok koperasi telah berperan dalam meningkatkan literasi keuangan dan kesejahteraan masyarakat. Sumbangsih koperasi dalam penyerapan tenaga kerja dan menggerakan roda perekonomian cukup besar.
“Jika Presiden terpilih mau bangsa ini sejahtera, maka saran saya libatkan Koperasi sebagai barometer perekonomian rakyat kecil yang selama ini diperjuangkan oleh Gerakan Koperasi Indonesia,” tegas Jano.
Dari sisi historis, peletak dasar jati diri perekonomian bangsa adalah Koperasi sebagaimana diamanatkan oleh Bung Hatta. Bahkan perintah untuk menyelenggarakan perekonomian ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 33 yang menyebutkan secara jelas peran koperasi dengan semangat gotong royong.
Mengutip perkataan Bung Karno, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”, demikian pula seharusnya pemerintahan baru nanti dalam mengelola perekonomian. Koperasi perlu diperkuat salah satunya dengan politik anggaran yang lebih besar dalam penyusunan APBN. Selain itu, pelibatan koperasi perlu diperluas dalam pelaksanaan program pemerintah seperti penyaluran KUR dan Dana Bergulir.
Dalam aspek ekonomi, tokoh koperasi berprestasi itu menyontohkan yang sudah dilakukan oleh Kopdit Pintu Air. Kopdit terbesar itu selain menjalankan usaha simpan pinjam juga mengelola beragam usaha di sektor riil mulai dari pabrik garam, produsen minyak kelapa, hingga pengelola kawasan wisata yang dalam operasionalnya dikerjakan oleh perusahaan Entitas Anak.
“Kopdit Pintu Air secara nyata telah berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama untuk kelompok nelayan, ternak, tani, dan buruh. Begitu pula yang dilakukan koperasi lainnya telah turut serta membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan,” ujar Jano.
Keseriusan pemerintahan baru berpihak pada koperasi salah satunya terlihat pada penunjukan Menteri Koperasi dan UKM. Ia berharap, Menkop baru nantinya berasal dari gerakan koperasi yang sudah mengetahui budaya dan cara berkoperasi. Ini penting sebab koperasi berbeda dengan korporasi. Koperasi mengutamakan pemberdayaan anggota sedangkan korporasi bertujuan mengejar keuntungan semata.
Jano juga berharap agar presiden terpilih membangun bangsa ini dengan 4 Pilar Koperasi yaitu Pendidikan, Swadaya, Soldaritas dan Inovasi (PSSI). “Pilar Koperasi sudah terbukti dan teruji bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.(Kur)









