hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Prabowo Akan Teken Tarif Dagang dengan Presiden Trump Kamis

Prabowo Ungkap Alasan Listrik di Wilayah Banjir Belum Sepenuhnya Pulih: Faktor Keselamatan Jadi Prioritas
Presiden Prabowo Subuanto/dok.setpres

PeluangNews, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri undangan rapat perdana Board of Peace bentukan Presiden Donald Trump.

Selain itu, akan ada agenda penandatanganan tarif dagang dengan Presiden AS Donald Trump.

Demikian diungkapkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai rapat bersama pimpinan DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

“Menghadiri undangan mengenai meeting BoP, kemudian juga atas koordinasi kedua negara salah satu tambahan agendanya, insyaallah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan pemerintah AS,” kata Prasetyo.

Prasetyo mengatakan penandatanganan kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS dilakukan pada Kamis (19/2/2026).
Penandatanganan usai Prabowo menghadiri KTT BoP di AS di hari yang sama.

“Iya setelah BoP, baru kemudian ada rencana tanda tangan kerja sama tarif,” ucapnya.

Mensesneg Prasetyo mengharapkan akan ada penurunan tarif setelah Prabowo bertemu Presiden AS Donald Trump.

“Untuk sementara belum ada perubahan. Tapi tentunya mari kita semua berharap barangkali nanti di dalam pertemuan antara Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Trump ada perubahan yang itu bermanfaat bagi bangsa dan negara kita. Ya harapan kita kan tentu pengen seperti itu (turun) ya, siapa tahu,” kata dia.

Namun, Prasetyo mengaku belum ada pembahasan mengenai angka berapa yang Indonesia inginkan. Namun, jika melihat yang dialami oleh negara lain, Prasetyo berharap Indonesia juga bisa seperti itu.

“Tidak ada briefing ya kalau mengenai inginnya ke angka berapa. Mungkin kita hanya melihat negara-negara lain, kalau ada yang bisa turun 18, ya mungkin kita ingin turun ke 18. Ya tapi kan artinya bukan kita yang menentukan hal tersebut, tapi bagian dari kita upaya untuk bernegosiasi kan terus kita lakukan,” tambah Mensesneg.

Penandatanganan ART merupakan kelanjutan dari negosiasi tarif antara Indonesia dan AS sejak 2025 lalu.

Pada 22 Juli 2025, AS dan Indonesia menyepakati pernyataan bersama mengenai kerangka kerja ART yang menyebutkan bahwa AS akan memangkas tarif impor dari 32% menjadi 19% untuk produk asal Indonesia.

Negosiasi kemudian berlanjut pada 22 Desember 2025, ketika delegasi Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang AS di Washington DC menyepakati substansi kesepakatan soal tarif impor tersebut.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah kepastian AS untuk menghapus tarif impor khusus pada komoditas seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao.

Indonesia juga berkomitmen mengatasi hambatan nontarif yang menghambat kerja sama antara kedua negara melalui deregulasi kebijakan. []

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate