hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

PPKM di Jawa-Bali Diteruskan hingga 30 Agustus, Jabodetabek Turun ke Level 3

JAKARTA—-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pemerintah  memperpanjang pemberlakukan kembatasan kegiatan masyarakat di Jawa-Bali hingga 30 Agustus. Baik untuk PPKM Level 4, 3 dan 2.

Meskipun demikian dalam jumpa pers virtual, Senin 23 Agustus 2021, Jokowi mengatakan sejumlah daerah diturunkan levelnya dari 4 ke 3. Di antara yang turun adalah Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya dan beberapa wilayah kota.

PPKM guna menanggulangi pandemi virus Corona sudah berulang kali diperpanjang. Kebijakan ini dianggap cukup efektif menurunkan angka penularan. Sementara di sisi lain, PPKM dipandang masih dibutuhkan agar penurunan virus Corona bisa berlanjut hingga ke level yang bisa dikatakan aman.

“Penurunan level itu mengacu pada kondisi penularan virus Corona di sejumlah lokasi yang sudah mengalami penurunan,” ujar Jokowi.

Dari data yang dimiliknya, kasus konfirmasi positif COVID-19 sudah turun 78% sejak puncak kasus pada 15 Juli 2021.

Angka kesembuhan secara konsisten juga lebih tinggi daripada angka konfirmasi positif selama beberapa minggu terakhir,” katanya.

Hal ini lanjut Jokowi, berkontribusi secara signifikan terhadap penurunan keterisian tempat tidur. BOR nasional kata dia, saat ini berada pada angka 33 persen atau jauh di bawah stadar yang ditetapkan WHO.

Sementara beberapa jam sebelum pengumuman Jokowi, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies  Baswedan membenarkan, kasus aktif Covid-19 sudah mengalami penurunan sangat drastis dari puncak gelombang kedua kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Puncak gelombang kedua terjadi pada 16 Juli 2021 lalu dengan jumlah kasus aktif mencapai angka 113.138 kasus dengan perincian 88.295 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi dan sebanyak 24.843 pasien Covid-19 yang dirawat.

Namun sejak 12 Agustus lalu, kasus aktifnya sudah turun di bawah angka 10.000 kasus. Kasus aktif di bawah angka 10.000 kasus terakhir kali terjadi pada 22 Mei lalu atau 2,5 bulan lalu.

Saat ini  kasus aktifnya berada di angka 8.531 kasus yang terdiri dari 2.947 orang yang dirawat dan 5.584 orang yang melakukan isolasi mandiri. Jumlah ini turun tajam sebanyak 104.607 kasus atau turun hampir 12 kali lipat dibandingkan puncak kasus aktif di Ibu Kota yang terjadi pada 16 Juli 2021 lalu.

“Alhamdulillah  Jakarta pernah 113 ribu kasus aktif, sekarang tinggal 8.000 sampai 9.000 kasus aktif. Jadi dalam waktu satu bulan itu turun secara drastis,” ujar Anies.

Lanjut  Gubernur , capain vaksinasi Covid-19 di Jakarta sangat tinggi dan bahkan sudah mencapai angka lebih dari 104,6 persen dari target yang ditetapkan, yakni 8,94 juta orang. Hingga saat ini, sebanyak 9,4 juta warga atau 104, 6 persen warga yang sudah divaksin dosis 1.

Pemprov DKI sudah menambahkan target sasaran vaksin dari 8,94 juta menjadi 11 juta karena ternyata 40 persen dari warga yang sudah divaksin merupakan warga berKTP non DKI Jakarta.

Ketua Kolektif Pimpinan Wilayah (KPW) Rekan Indonesia DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolosal dan kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan para stakeholders serta dukungan masyarakat.

Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR), data Dinas Kesehatan DKI Jakartamenunjukkan pada pekan lalu atau per 12 Agustus 2021 di ruang isolasi hanya 33 persen dari total kapasitas 10.028 tempat tidur yang tersedia.

“Angka 33 persen itu sudah di bawah angka rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 60 persen,” tutup dia.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate