
PeluangNews, Jakarta — Pasokan listrik Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat suntikan baru. PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memastikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Kolaka resmi beroperasi penuh setelah mencapai Commercial Operation Date (COD) pada Desember 2025.
PLTG Kolaka memiliki kapasitas terpasang 26,2 megawatt (MW) atau 22,7 MW netto. Pembangkit ini merupakan hasil relokasi PLTG Maleo Unit 3 yang kini ditempatkan di Kolaka untuk menjawab lonjakan kebutuhan listrik, khususnya dari sektor industri dan pelanggan tegangan tinggi di Sultra.
Peresmian COD digelar di Kolaka pada Sabtu (31/1) dan menandai kesiapan pembangkit tersebut terhubung penuh ke sistem kelistrikan nasional.
Proses relokasi dan pengoperasian dilakukan secara menyeluruh oleh PLN Nusantara Power Services (PLN NPS), mulai dari pembongkaran unit di lokasi awal hingga uji keandalan sebelum beroperasi komersial.
Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, menegaskan kehadiran PLTG Kolaka tidak hanya soal penambahan pembangkit, tetapi menyangkut fondasi pembangunan ekonomi daerah.
“Listrik yang andal adalah syarat utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Relokasi PLTG ini memastikan energi tersedia di wilayah yang membutuhkan, dengan biaya yang semakin efisien,” ujar Komang.
Menurutnya, PLTG Kolaka berperan penting menjaga stabilitas sistem kelistrikan Sulawesi Tenggara sekaligus meningkatkan efisiensi operasi pembangkit. Keandalan pasokan listrik diharapkan memberi ruang bagi industri untuk berkembang, UMKM bertumbuh, dan layanan publik berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Executive Vice President Perencanaan Strategis PLN (Persero), Parulian Noviandri, menilai pengoperasian PLTG Kolaka sebagai bagian dari strategi besar PLN Group dalam mengantisipasi pertumbuhan permintaan listrik di kawasan timur Indonesia.
“Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar di sektor pertambangan dan hilirisasi. Karakter beban industri yang dinamis membutuhkan pembangkit yang responsif, dan PLTG Kolaka dirancang untuk menjawab tantangan tersebut,” jelas Parulian.
Ia menambahkan, keberadaan pembangkit berbasis gas ini akan memperkuat iklim investasi di Sultra. Pasokan listrik yang cukup dan stabil dinilai menjadi faktor kunci dalam menarik investasi baru dan mempercepat pembangunan daerah.
PLN Group menegaskan relokasi pembangkit ini merupakan bentuk optimalisasi aset sekaligus langkah konkret memperkuat ketahanan energi nasional.
Dengan beroperasinya PLTG Kolaka, PLN Nusantara Power optimistis kontribusi sektor kelistrikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara akan semakin terasa.








