hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

PLN Nusantara Power Perkuat Ketahanan Energi Ramadan–Lebaran 2026

PLN Nusantara Power jaga listrik aman sepanjang Ramadan-Lebaran 2026.
PLN Nusantara Power jaga listrik aman sepanjang Ramadan-Lebaran 2026.

PeluangNews, Jakarta — PLN Nusantara Power memastikan pasokan listrik nasional tetap andal selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah dengan menyiapkan daya sebesar 14,1 gigawatt (GW).

Kesiapan tersebut didukung 8.898 personel siaga yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menjaga kelancaran listrik selama periode Ramadan dan arus mudik Lebaran.

Sebagai subholding pembangkitan PT PLN (Persero), PLN Nusantara Power berkontribusi sekitar 42 persen terhadap total beban puncak nasional yang mencapai 35 gigawatt.

Perusahaan juga mengoperasikan 126 posko siaga serta menyiapkan 45 unit fire truck untuk mengantisipasi potensi gangguan selama periode siaga yang berlangsung pada 12–31 Maret 2026.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan keandalan pasokan listrik menjadi prioritas utama perusahaan, khususnya saat Ramadan dan Idulfitri ketika aktivitas masyarakat meningkat signifikan, terutama pada waktu sahur dan berbuka puasa.

“PLN Nusantara Power berkomitmen menghadirkan listrik yang andal demi kenyamanan masyarakat. Dengan kesiapan personel, penerapan teknologi, serta sinergi yang kuat dengan para pemangku kepentingan, kami optimistis Ramadan dan Idulfitri 1447 H tetap terang benderang bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Ruly dalam keterangannya, Minggu (30/3/2026).

Selain pasokan listrik konvensional, PLN Nusantara Power juga menyiapkan listrik hijau sebesar 1.821 megawatt yang berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menyediakan energi yang lebih ramah lingkungan.

PLN Nusantara Power mengandalkan sejumlah pembangkit strategis yang tersebar dari Aceh hingga Maluku, seperti PLTMG Arun di Lhokseumawe, PLTU Teluk Balikpapan, PLTU Pulang Pisau, serta PLTU Tidore. Pembangkit tersebut menjadi tulang punggung stabilitas pasokan listrik, terutama di wilayah luar Pulau Jawa.

Untuk memastikan keandalan operasional, perusahaan juga memperkuat sistem pemantauan digital melalui Nusantara InnoVision Center (NIC). Teknologi ini memungkinkan monitoring pembangkit secara real-time, deteksi dini potensi gangguan, serta respons cepat untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik.

“Personel operator dan pemeliharaan berjaga selama 24 jam secara bergantian di seluruh unit pembangkit. Kami juga memperkuat pemeliharaan preventif dan pengamanan aset untuk meminimalkan potensi gangguan selama periode siaga,” kata Ruly.

Selain itu, PLN Nusantara Power turut memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Kepolisian, dan masyarakat sekitar pembangkit. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan pengamanan operasional serta mitigasi risiko berjalan optimal selama periode Ramadan hingga pasca-Lebaran.

Dengan langkah tersebut, PLN Nusantara Power optimistis kebutuhan listrik masyarakat selama Ramadan, mudik, hingga arus balik Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik, sehingga aktivitas ibadah dan mobilitas masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate