hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Energi  

PLN Nusantara Power Kembangkan PLTS Terapung Karangkates

Waduk Sutami/ Foto dok. PLN NP

PeluangNews, Jakarta – Pemanfaatan energi terbarukan terus menjadi fokus dalam penguatan ketahanan energi nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates yang berada di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Proyek ini dikembangkan oleh PLN Nusantara Power melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset waduk untuk menghasilkan energi bersih.

PLTS Terapung Karangkates dirancang memiliki kapasitas 100 MWac atau setara 133 MWp. Pengembangannya dilakukan melalui entitas PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).

Pengembangan proyek tersebut dilandasi sejumlah faktor strategis, antara lain komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement, dukungan terhadap program swasembada energi nasional, serta optimalisasi aset waduk yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik ramah lingkungan. Proyek ini juga merupakan bagian dari penugasan PT PLN (Persero) kepada PLN Nusantara Power pada tahun 2022.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyampaikan bahwa proyek ini menjadi langkah penting dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan perusahaan.

“PLTS Terapung Karangkates merupakan langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di Indonesia. Kami memandang proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, melainkan simbol kolaborasi, optimalisasi aset nasional, dan upaya bersama untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien,” ujar Ruly.

Dalam proses pengembangannya, proyek ini telah melalui sejumlah tahapan penting. Setelah finalisasi perencanaan dan penyusunan studi kelayakan pada periode 2021–2022, proyek kini memasuki fase konstruksi yang ditandai dengan pelaksanaan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026.

Sejumlah dokumen perizinan utama seperti KKPR PV Plant, AMDAL, dan KKPR SF telah diselesaikan. Sementara beberapa perizinan lanjutan, termasuk PPKH PV Plant SF, IPSDA, serta sebagian komponen LUA/RAUA masih dalam proses dengan target penyelesaian pada Maret 2026.

Selain itu, penataan keramba jaring apung (KJA) di area waduk telah selesai dilakukan pada 31 Januari 2026 sebagai bagian dari persiapan pembangunan proyek.

Dari sisi teknis, proses persetujuan desain masih berjalan. Sementara pada tahap pengadaan, material floater untuk kapasitas awal 5 MW telah berada di lokasi proyek, disertai proses fabrikasi modul surya, inverter, dan komponen floater.

Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables Ndaru Tri Hatmoko menjelaskan bahwa PLTS Terapung Karangkates diharapkan memberikan manfaat besar bagi sistem energi maupun masyarakat sekitar.

“PLTS Terapung Karangkates diharapkan memberikan manfaat besar bagi sistem energi maupun masyarakat sekitar. Dalam materi proyek dijelaskan bahwa pembangkit ini berpotensi menyediakan listrik bagi sekitar 100.000 rumah tangga serta menurunkan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun,” ujar Ndaru.

Selain mendukung penyediaan listrik berbasis energi bersih, proyek ini juga diproyeksikan membuka sekitar 600 lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Di sisi lain, keberadaan proyek ini juga dinilai berpotensi menarik investasi internasional sekaligus meningkatkan daya tarik wisata di Kabupaten Malang.

Area yang dimanfaatkan untuk pembangunan PLTS terapung ini direncanakan seluas 71 hektare atau sekitar 5,3 persen dari total area Waduk Karangkates.

Melalui pengembangan proyek ini, PLN Nusantara Power menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi energi bersih yang andal, inovatif, dan berkelanjutan guna mendukung transformasi energi di Indonesia.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate