
PeluangNews, Jakarta – Kolaborasi pengembangan teknologi karbon kian menjadi peluang strategis di tengah dorongan transisi energi global. PT PLN Nusantara Power (PLN NP) menggandeng VOGO-ARSTROMA untuk menjajaki pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang berpotensi memperkuat industri energi bersih di Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi langkah konkret dalam penjajakan pengembangan solusi karbon negatif berbasis teknologi CCUS untuk sektor pembangkitan listrik.
Penandatanganan MoU dilakukan pada Kamis (9/4) di Jakarta oleh Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN Nusantara Power, M. Irwansyah Putra, bersama Presiden Direktur VOGO-ARSTROMA, Kwon Jeong Sang. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam upaya mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.
Melalui kerja sama ini, PLN Nusantara Power dan VOGO-ARSTROMA akan menjajaki implementasi teknologi membrane-based carbon capture yang inovatif pada unit pembangkit PLN NP. Teknologi ini mampu menangkap emisi karbon secara lebih efisien, dengan konsumsi energi yang lebih rendah serta fleksibilitas implementasi dari skala kecil hingga besar.
Ruang lingkup kerja sama mencakup penyusunan studi kelayakan komprehensif dari sisi teknis, ekonomi, dan lingkungan, pengembangan proyek percontohan (pilot project), pertukaran data dan informasi operasional, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi manajemen karbon dan energi bersih.
Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN Nusantara Power, M. Irwansyah Putra, menilai kerja sama ini menjadi peluang strategis untuk mempercepat transformasi sektor ketenagalistrikan sekaligus membuka ruang pengembangan industri berbasis teknologi rendah karbon.
“Momentum ini menandai kesamaan visi kedua belah pihak dalam mengembangkan solusi dekarbonisasi yang inovatif di sektor pembangkitan. PLN Nusantara Power memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung target Net Zero Emission 2060, dan kerja sama ini menjadi fondasi penting untuk mengeksplorasi implementasi teknologi CCUS secara terstruktur, mulai dari studi kelayakan hingga potensi proyek percontohan di unit pembangkit kami,” ujar Irwansyah.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi, tetapi juga mendorong pengembangan industri dalam negeri melalui program lokalisasi dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sementara itu, CEO VOGO-ARSTROMA, Kwon Jeong-sang, menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar bagi pengembangan ekosistem industri karbon di Indonesia.
“Nota kesepahaman ini bukan sekadar kesepakatan formal, melainkan awal dari kemitraan strategis untuk menghadirkan solusi pengurangan emisi karbon yang nyata dan terukur di Indonesia. Kami percaya teknologi CCUS berbasis membran yang kami kembangkan dapat menjadi jawaban atas tantangan global dalam memenuhi kebutuhan energi sekaligus menekan emisi karbon,” ungkap Kwon.
Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendorong implementasi nyata di Indonesia, termasuk pembangunan pilot plant, pengembangan ekosistem manufaktur lokal, hingga menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor solusi karbon ke pasar global.
“Melalui kolaborasi ini, kami tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga membangun industri. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan solusi karbon terintegrasi di tingkat global,” tambahnya.
Sebagai perusahaan yang fokus pada teknologi CCUS berbasis membran, VOGO-ARSTROMA merupakan perwakilan dari Arstroma Co. Ltd., Korea Selatan, yang telah berhasil menguji dan mengimplementasikan teknologi ini pada berbagai proyek internasional, termasuk bersama Korea Electric Power Corporation (KEPCO).
Kolaborasi antara PLN Nusantara Power dan VOGO-ARSTROMA diharapkan tidak hanya memperkuat langkah dekarbonisasi sektor energi, tetapi juga membuka peluang investasi, pengembangan industri baru, serta penciptaan nilai tambah dalam perekonomian nasional di era energi bersih.








