JAKARTA—PT PLN (Persero) menyampaikan konsumsi listrik bagi sektor industri melesat 10,5 persen hingga Agustus 2021. Berdasarkan catatan ini, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril yakin hal ini indikasi geliat ekonomi kembali setelah cukup lama terimbas pandemi.
“Kami membidik pertumbuhan konsumsi listrik 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kami sebagai penyedia kelistrikan memastikan pasokan yang andal dan kompetitif untuk sektor industri,” ucap Bob dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9/21).
Dia menuturkan PLN terus memberikan keandalan pasokan listrik kepada pelanggan dengan adanya kapasitas daya yang dimiliki hingga 43 GW. Di sisi lain, reserve margin masih sekitar 50 persen.
Saat ini katanya Jawa Bali mendapat pasokan listrik memadai 43.000 yang masuk dan akan ada tambahan masuk sampai 2023. Kondisi ini memastikan PLN siap menyambut para investor,” ujarnya.
“Kami mencatat konsumsi listrik mencapai 146 terawatt hour (TWh) sepanjang Januari–Juli 2021. Jumlah tersebut tumbuh 4,44 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” tambahnya.
Sementara konsumsi listrik dari PLN sepanjang 2020 tidak mengalami pertumbuhan atau stagnan akibat pandemi Covid-19. Saat itu, konsumsi listrik pada segmen pelanggan industri tercatat mengalami penurunan meski segmen pelanggan rumah tangga naik di atas rata-rata.
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan konsumsi listrik sepanjang 2020 mencapai 242,6 terrawatt hour (TWh) atau turun 0,19 persen bila dibandingkan dengan realisasi konsumsi pada 2019 yang mencapai 243,06 TWh.








