JAKARTA—Tahun 2021 menjadi langkah baru bagi Pusat Investasi Pemerintah (PIP) selaku Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Keuangan dalam memperluas penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi) dalam upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Mulai tahun ini, PIP melakukan penyaluran melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) non afiliasi pemerintah, pemerintah daerah, atau BUMN sebagai penyalur langsung.
Sebagai pilot project, PIP menggandeng Pengurus Besar NU (PBNU) untuk menjadikan koperasi syariah yang terafiliasi dengan PBNU sebagai penyalur langsung pembiayaan UMi.
Pada tahap pertama terdapat 4 (empat) koperasi yang direkomendasikan PBNU dan memenuhi persyaratan sebagai penyalur yaitu, KSPPS BMT Mandiri Sejahtera Jawa Timur di Kabupaten Gresik, Koperasi Konsumen Syariah An Nisa di Kota Batu, KSPPS Bakti Huria Syariah di Kota Makassar, dan Koperasi Pondok Pesantren An Nur di Kabupaten Gunungkidul.
Pada Hari ini, 29 April 2021 terjadi penandatanganan akad pembiayaan ultra mikro syariah sebesar Rp1 miliar antara Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan KSPPS Bakti Huria Syariah yang bertempat di Kantor PIP, Jakarta Pusat.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP, Muhammad Yusuf dan Ketua KSPPS Bakti Huria Syariah, Andi Amri, beserta jajaran.
Selain akan memberikan fasilitas pembiayaan murah bagi debitur, penyaluran pembiayaan UMi melalui Koperasi NU akan menggunakan uang elektronik yang implementasinya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi masing-masing koperasi.
Hal ini selain akan meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran pembiayaan UMi juga akan mendukung program pemerintah lainnya yaitu Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan Inklusi Keuangan.
Ketua KSPPS Bakti Huria Syariah Andi Amri menyampaikan adanya kerja sama antara PIP dengan KSPPS Bakti Huria Syariah diharapkan dapat menjangkau anggota yang lebih banyak lagi.
Kerja sama ini juga menjadi literasi bagi kami untuk mengedukasi anggota agar mau berpindah menjadi pengguna uang elektronik.
“Harapannya dengan menggunakan uang elektronik ini dapat memudahkan transaksi keuangan mereka dan juga lebih praktis karena tidak perlu membawa uang tunai lagi,” papar Andi.








