Usai peluncuran minyak kelapa Pintu Air, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi bersama rombongan menuju Pintar Asia Beach di Nubat, Wailiti, Kecamatan Alok Barat. Dalam acara soft opening itu, Wagub ungkapkan rasa kagumnya pada Kopdit Pintu Air. “Inilah karya besar Pintu Air, bukti ‘Cinta Tanah Air’ dan warisan bagi generasi yang harus diapresiasi pemerintah. Pintar Asia Beach memicu kebangkitan pariwisata Flores, “ujar Nae Soi.
Acara pra-launching Pintar Asia Beach juga dihadiri Bupati Sikka, Roby Idong, Wakil Bupati Romanus Woga, para rohaniwan, tamu undangan dari Puskopdit, General Manager Pintu Air Gabriel Sorowutun, Ketua Pengurus Bernadus Hening, Pengurus Komite Cabang dan Manager Area, mitra koperasi dan tokoh masyarakat serta ribuan warga, karyawan dan anggota Pintu Air. Hadir pula tokoh masyarakat Sikka, Aleks Longginus, Suitbertus Amandus, Tobias Paceli, dan sejumlah undangan VIP lainnya.
Dengan waktu yang singkat, Pintar Asia Beach yang awalnya adalah kebun kelapa seluas empat hektare kemudian diubah menjadi satu tempat wisata yang sangat membanggakan. Pintar Asia Beach yaitu kawasan wisata baru nan eksotik. Pantai seluas kurang lebih 4 hektare itu terletak di jalan pantura Flores, sekira 7 km dari pusat kota Maumere dan dapat dijangkau dengan semua jenis kendaraan.
Pintar Asia Beach merupakan satu unit usaha KSP Kopdit Pintu Air yang dikelola oleh PT Pintar Asia. Kawasan ini menawarkan panorama wisata pantai yang eksotis dan nyaman didukung pasirnya yang bersih, tanaman mangrove remaja hingga deretan pohon kelapa apik.
Kehadiran Pintar Asia Beach dan juga Pabrik Minyak Kelapa tidaklah lahir dari ruang kosong sejarah. Tetapi merupakan hasil perenungan mendalam atas kondisi sosio-ekonomi petani kelapa di Flores. Selama ini, petani tidak memiliki posisi tawar yang ideal dalam sistem perdagangan. Harga jual kopra tidak menguntungkan petani. Kondisi semakin parah saat harga kopra jatuh.
Melihat realitas tersebut, Jakobus Jano dan jajarannya tidak berpangku tangan. “Kehadiran pabrik minyak kelapa merupakan sebuah kulminasi permenungan bersama, atas sederet kesulitan petani kelapa. Merosotnya harga komoditi kelapa, khususnya produksi kopra kelapa sangat merendahkan derajat kesejahteraan petani kelapa selama bertahun – tahun,” ujarnya.
Bisa dikatakan pendirian pabrik minyak kelapa itu merupakan jawaban Pintu Air terhadap penderitaan petani. Selain itu merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anggota dan perekonomian rumah tangga masyarakat petani kelapa pada umumnya. Dukungan yang diberikan pemerintah pusat dan daerah, makin memacu Kopdit Pintu Air untuk memberikan layanan terbaik kepada anggota dan masyarakat. “ Keberhasilan Kopdit Pintu Air memproduksi minyak kelapa dan Pintar Asia Beach, diakui Jano, tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Oleh karenanya, ia mengajak seluruh anggota dan masyarakat senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Nivan/Kur)








