Dua koperasi di Jawa Barat, yaitu Koperasi Warga Tani Pantastik (KWTP), Sumedang dan Koperasi Pembudidaya Lele Mandiri (Koplema), Kuningan mendapat sentuhan manajemen dan pendampingan bisnis dari Pusat Inkubator Bisnis & Kewirausahaan Ikopin (PIBI Ikopin). Aktivitas yang dilakukan lembaga ini antara lain menginisiasi Pembentukan Koperasi dan Pelatihan Jati Diri Koperasi. PIBI Ikopin memberikan pendampingan Pengolahan Hanjeli beserta Pengemasan, Pendampingan akses Pasar dan Permodalan. Koperasi yang bermula dari kelompok tani ini mengembangkan usaha budidaya tanaman Hanjeli menjadi Beras dan Tepung Hanjeli serta makanan olahannya. KWTP berawal dari seorang Tenant PIBI bernama Annisa (UKM Start up) yang menggerakkan beberapa masyarakat di kecamatan Wado untuk membentuk Kelompok Wanita Tani.
Sedangkan pendampingan untuk Koplema dilakukan melalui pelatihan pemasaran serta pengenalan lebih intensif budi daya lele.
Menurut Direktur PIBI Ikopin Indra Fahmi, lembaganya berkomitmen untuk mengembangkan bisnis berbasis koperasi karena implikasinya yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat. Perkuatan Koplema misalnya, dengan mengenalkan kepada anggotanya terhadap potensi ikan lele sebagai salah satu peluang bisnis menguntungkan. Lele adalah salah satu ikan tawar yang paling diminati khususnya oleh masyarakat Indonesia. Menjalankan bisnis ikan lele pun tidak sulit, karena Lele termasuk ikan yang mudah didapatkan dan cara perawatannya pun lebih mudah dibanding jenis ikan lainnya.
Inilah yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas peternak/pembudidaya Lele yang tergabung dalam Koperasi Pembudidaya Lele Mandiri (Koplema) Indonesia. Koplema yang berdiri tahun 2016, diketuai oleh Suandi Juhud ini berkecimpung di dunia “per-Lele-an” berkantor di Kabupaten Kuningan, tepatnya di Jl. Siliwangi No. 308 Lingkungan Aton RT 05/05 Kelurahan
PIBI Ikopin mencoba membantu merealisasikan Visi Koplema yang akan menjadikan koperasi ini mampu mewadahi dan mensejahterakan para petani ikan Lele. Selain intensif memberikan pelatihan budi daya ikan lele dan ikan air tawar, juga meningkatkan posisi tawar supaya harga di tingkat peternak tidak terlalu murah.
Koplema yang didampingi PIBI IKOPIN sedang berupaya menghimpun para peternak/pembudidaya Lele yang tersebar di berbagai kota di Jawa Barat antara lain Kab/Kota Cirebon, Tasikmalaya, Ciamis, Majalengka dan Sumedang.
Sebagai langkah awal, PIBI Ikopin bekerja sama dengan UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian – Dinas Koperasi Usaha Kecil Jawa Barat memberi pembekalan pada 25 peternak Lele yang dikemas dalam bentuk “Pelatihan Perkoperasian Bagi Anggota Koplema.
Pelatihan ini telah diselelenggarakan sejak tanggal 9 Juli sampai dengan tanggal 12 Juli. Materi yang diberikan seputar Jati Diri Koperasi Tenaga Ahli/Pendamping dari PIBI IKOPIN serta dari Koplema sendiri, dengan metodologi pelatihan andragogi atau pendidikan orang dewasa (ceramah, simulasi dan diskusi). Pelatihan ini dinilai sangat bermanfaat dan positif oleh para pengurus dan anggota Koplema yang mengikuti pelatihan. (Irm)








