hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Energi  

PHE OSES Salurkan 55 Paket Alat Tangkap untuk Nelayan Kepulauan Seribu

PHE OSES serahkan bantuan alat tangkap untuk nelayan Pulau Sabira, Kepulauan Seribu.
PHE OSES serahkan bantuan alat tangkap untuk nelayan Pulau Sabira, Kepulauan Seribu.

PeluangNews, Jakarta — PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) menyalurkan bantuan alat tangkap melalui program Pelaut Tangguh guna memperkuat ekonomi masyarakat pesisir di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu.

Sebanyak 55 nelayan yang tergabung dalam lima Kelompok Usaha Bersama (KUB) menerima 55 paket perlengkapan tangkap ikan. Bantuan tersebut meliputi alat pancing, kawat, senar tangsi, gulungan, kotak kontainer, hingga kotak pendingin untuk menunjang aktivitas penangkapan sekaligus penyimpanan hasil tangkapan.

Program ini dirancang untuk mendukung produktivitas nelayan, terutama pada momentum musim ikan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses dan sumber daya.

Berbeda dari penyaluran bantuan pada umumnya, kegiatan ini dilakukan pada malam hari. Waktu tersebut dipilih karena mayoritas nelayan berada di laut sejak pagi hingga sore, sehingga penyerahan bantuan tidak mengganggu aktivitas utama mereka.

Head of Communication, Relations & CID PHE OSES, Indra Darmawan, mengatakan program Pelaut Tangguh menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.

“Program ini kami hadirkan untuk membuka peluang. Ketika nelayan memiliki alat yang memadai, mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan hasil tangkapan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Indra.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu serta Pemerintah Kelurahan Pulau Harapan guna memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ketua RW 03 Pulau Sabira sekaligus Koordinator KUB, Ali Kurniawan, menegaskan bantuan tersebut merupakan amanah yang harus dimanfaatkan secara optimal. Ia mengingatkan para nelayan agar tidak memperjualbelikan bantuan dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

Selain itu, PHE OSES juga menerapkan mekanisme pemantauan melalui pelaporan hasil tangkapan secara berkala. Nelayan diminta menyampaikan laporan setiap bulan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan bantuan berdampak nyata pada peningkatan produktivitas.

Sementara itu, Lurah Pulau Harapan, M. Nuralim, mengapresiasi bantuan tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya saat musim ikan.

“Kami mengapresiasi PHE OSES atas bantuan alat tangkap bagi nelayan Pulau Sabira. Bantuan ini memberikan manfaat yang lebih optimal bagi peningkatan kesejahteraan nelayan, apalagi karena disalurkan pada saat musim ikan,” kata Nuralim.

Senada, Kepala Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, menilai kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendukung sektor perikanan lokal.

“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekaligus mempermudah proses kerja mereka di lapangan. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk terus diperkuat,” ujarnya.

Bagi nelayan Pulau Sabira, bantuan alat tangkap bukan sekadar perlengkapan kerja. Di wilayah yang kerap menghadapi keterbatasan akses dan jarak, bantuan tersebut menjadi harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketangguhan ekonomi masyarakat pesisir.

pasang iklan di sini
octa vaganza