hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Pesantren Jabar Ekspor Jengkol dan Buah-buahan ke Timur Tengah

BANDUNG—Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas ekspor jengkol sebesar 50 kilogram dan komoditas buah lain seperti manggis 600 kilogram, rambutan 300 kilogram dan salak 200 kilogram produk pertanian dari Koperasi Pesantren Al Ittifaq dengan tujuan Dubai, Timur Tengah, di halaman  Gedung Sate, Bandung, Senin, 13 November 2021.

Langkah ini mengikuti Koperasi Pesantren Daarud Tauhid yang juga berhasil mengekspor produk fashion seperti sarung, mukena, peci dan baju anak dengan tujuan yang sama.

Kedua pesantren ini merupakan salah satu peserta program Pemprov Jabar “One Pesantren One Product”.

Ridwan Kamil menyampaikan ekspor tersebut simbol di mana ada kemauan di situ ada jalan hingga suatu hari mimpi pesantren pesantren di Jawa Barat itu mandiri penuh dengan kemandirian ekonomi akan terwujud.

“Saya pikir ini tangga pertama kita harus jemput 100 tangga berikutnya perluas lagi produk-produknya. Seringkali kita amati dari pengalaman saya produk itu tidak memasuki pasar karena ketidakmampuan dalam menganalisa kebutuhan negara-negara lain,” ujar pria yang karib disapa Kang Emil ini.

Ridwan meminta pelaku usaha di pesantren peka dengan kebutuhan negara-negara lain sehingga dapat merubah kebiasaan bisnisnya menjadi kebiasaan bisnis baru sesuai yang dibutuhkan.

Dia berharap setiap tahun produk yang akan diekspor tidak saja volumenya meningkat, tetapi kualitasnya meningkat.

“Mudah-mudahan ini menjadi program unggulan dan sudah banyak ditiru di banyak provinsi,” ucap Kang Emil.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Pemprov Jabar, Kusmana Hartadji mengatakan, pada bulan November 2021, menuturkan pesantren OPOP mendapatkan  kesempatan untuk mengikuti pameran di Dubai Expo  diwakili oleh Ponpes Daarut Tauhid. 

Peserta  membawa katalog dan contoh produk pesantren OPO pada 2019 dan 2020.Sebagai tindak lanjut event tersebut, perusahaan asal Dubai, Epic Star Group (Foodstuff Trading LLC & Hypermart) terpikat pada produk buah dari Pesantren Al Ittifaq dan fashion dari Daarut Tauhid.

 “Ekspor ini ditragetkan jadi role model ke depannya. Kegiatan tersebut sebagai langkah awal dan jadi tantangan ke depan masih banyak produk-produk yang layak diekspor,” ujar Kusmana .

Program One Pesantren One Product sudah memasuki penyelenggaraan tahun ke-3. Program ini didesain untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren dengan mendorong seluruh pesantren di Jawa Barat untuk memiliki produk unggulan dan komunitas bisnis. 

Sejak 2019 Program OPOP tahun 2019 menyalurkan rangkaian bantuan berupa penguatan modal usaha, akses permodalan, pengembangan keterampilan, pengembangan kemitraan, dan akses pemasaran kepada 2.574 pesantren penerima manfaat.

“Produk unggulan Pesantren peserta OPOP terdiri dari 10 (sepuluh) sektor usaha pesantren yaitu fashion, jasa/layanan, kerajinan tangan, makanan, minuman, perdagangan, perikanan, peternakan, pertanian, dan lainnya,” ujar Kusmana. 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate