hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Pertumbuhan Ekonomi 2025 Meningkat Dibanding 2024

Bank Dunia Sebut hanya Indonesia yang Ekonominya Tumbuh di Asia Timur dan Pasifik pada 2024/2025
Ilustrasi/dok.ist

PeluangNews, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 sebesar 5,11% secara tahunan (year on year/YoY).

Sedangkan di 2024 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,03% YoY.

“Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan konsesus ekonom sebelumnya,” kata Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Menurut dia, sepanjang 2025 berdasarkan harga produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sebesar Rp23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp13.580,5 triliun.

Secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,51% secara tahunan. Dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom.

Sementara dari sisi pengeluaran, penyumbang utama ekonomi tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

“Sepanjang 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar dia.

Sebelumnya konsensus ekonom dan analis memperkirakan, kinerja ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1% secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Menurut estimasi median dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun lalu yakni sebesar 5,1% jelas berada di bawah target APBN yakni 5,2%.

Estimasi tertinggi yakni pertumbuhan ekonomi 5,3% disampaikan oleh ekonom Citigroup Securities Indonesia, Helmi Arman.

Ada juga yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,2%, atau sesuai target pemerintah, yakni Juniman Juniman (PT Bank Maybank Indonesia Tbk.), Josua Pardede (PT Bank Permata Tbk.), Suryaputra Wijaksana (PT Uob Kay Hian Securities), Rully Arya Wisnubroto (PT Mirae Asset Sekuritas Indoesia), dan David Sumual (PT Bank Central Asia Tbk.).

Prediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% lalu berasal dari Euben Paracuelles (Nomura Singapore Limited), Radhika Rao (Dbs Bank Ltd.), Pranjul Bhandari (HK and SH Banking Corp Ltd), Fikri C Permana (KB Valbury Sekuritas), Brian Tan (Barclays Bank PLC), Hosianna Evalita Situmorang (PT Bank Danamon Tbk.), serta Krystal Tan (Australia & New Zealand Banking Group).

Adapun prediksi terendah yakni 4,7% dari Enrico Tanuwidjaja (PT Bank Uob Indonesia), 4,8% oleh Jaemin Bang (Moodys Analytics Singapore), serta 4,9% dari Lavanya Venkateswaran (Oversea-Chinese Banking Corp), Cimb Ltd dan Jin Tik Ngai (JP Morgan Chase Bank NA).

Menariknya, dua bank BUMN memiliki prediksi berbeda terkait dengan pertumbuhan ekonomi 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (5/2/2026).

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memperkirakan ekonomi tahun lalu tumbuh 5,23%. Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI (BRI) hanya 5,17%.[]

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate